Burnout 2018 | 14.000 Pengunjung Penuhi Sentra Niaga Solo

Burnout 2018 | 14.000 Pengunjung Penuhi Sentra Niaga Solo

Sep 04, 2018 Event

Sabtu malam, Area Sentra Niaga di kota Solo dipenuhi oleh ribuan motor. Tak cuma motor, area ini juga sesak oleh tak kurang dari 14.000 pengunjung yang terus berdatangan untuk melihat perhelatan event custom terbesar di kota Solo, Burnout 4, Sabtu, (3/9/2018 ). Mereka tak hanya datang dari Pulau Jawa, namun juga Bandung dan Jakarta. 

Mengusung tema “Sopaneva Jayamahe” yang diartikan sebagai “Di jalanlah kita Berjaya”, tahun ini hadir konten baru berupa 90’s Wave. Burnout 2018 mengajak pengunjung untuk bernostalgia dengan ragam sajian khas era 90-an.

“Kenapa kita ambil tema 90-an, karena kita pengen mengulang masa lalu. Kita pengen ngajak pengunjung bernostalgia karena era 90-an itu punya tren tersendiri. Dan memang temen-temen kita, para pelakunya juga kebanyakan adalah anak 90-an. Dan di masa itu lagi getol-getolnya main motor,” buka Eko Sutanto, Penggagas Burnout.

Dari welcome gates, suasana 90-an sudah terasa. Tema ini terus dihardirkan terutama pada area display custom bikes. Burnout 2018 seperti ‘menghidupkan’ kembali motor-motor khas 90-an yang pernah berjaya di era tersebut, seperti Honda Astrea series, Suzuki Stinger T125, Suzuki Crystal, Yamaha TZM, Yamaha NSR, dan beberapa motor legendaris lain.

Rangkaian acara “Burnout” diawali dengan keliling kota Solo bersama dengan puluhan motor custom. Tampak di antara motor-motor tersebut, adalah anak pertama dari Presiden Joko Widodo, Gibran “Chillipari” Rakabuming yang mengendarai motor miliknya, Royal Enfield bergaya scrambler.

Support juga hadir dari rekan-rekan sesama pelaku di industri custom tanah air seperti Bimo Hendrawan, (Bimo Custombike Jakarta), Lulut Wahyudi (Retro Classic Cycle Yogyakarta), Flying Piston Garage (Bandung), Queen Lekha Choppers (Yogyakarta), Brew Custom (Solo), Agung Pitstop (Solo), Tjap Macan dan Kustomfest (Yogyakarta), BBQ Ride (Bandung), serta Customland (Surabaya).

Small Bore Corner yang juga merupakan konten baru tahun ini memajang motor-motor lokal yang sudah diubah oleh pemiliknya. Ada 4 pick award yang diberikan pada peserta Small Bore Corner antara lain: Golden Ticket by Suryanation yang diwakili oleh salah satu juri, Lulut Wahyudi, memilih motor garapan Jazel dengan basic Honda Mega Pro asal Semarang.

Motor tersebut juga mendapatkan media pick dari Gastank Magazine. Sementara dua pick lain didapatkan oleh Sembarang Bagus Yogyakarta dengan motor Binter Merzy dan Chopper Artspot Yogyakarta, motor Binter Merzy. Di area pinstripe challenge yang didukung oleh Envi, terdapat 20 peserta dan terpilih 3 best pinstripe: Mahendra dari Karanganyar, Masoto dari Solo dan Benedic dari kota Semarang.

Atraksi Tong Setan yang menjadi salah satu daya tarik pengunjung juga tampak selalu mengundang riuh tepuk tangan penonton. Tak sedikit dari mereka yang melambaikan uang kepada salah satu penunggangnya, apalagi kali ini sang rider juga menjadikan motor custom Honda Prima dan Honda GL125 yang dulu pernah menjadi primadona sebagai tunggangannya untuk beratraksi.

Musik era 90-an juga menjadi sajian yang mengiringi perhelatan Burnout ke-4 ini. Sebagai penutup, tampil Down For Life, band asli Solo yang baru saja mewakili Indonesia untuk bertandang di Jerman beberapa waktu lalu. Musik metalnya sukses “memanaskan” area sebelum acara ditutup dengan atraksi puncak, “Burnout Time” yang menjadi ciri khas event ini.

Dua mobil dan empat motor membakar habis ban yang mereka gunakan hingga menimbulkan kepulan asap yang menandai berakirnya rangkaian acara “Burnout 4”. Riuh tepuk tangan bergemuruh di area acara. Sampai jumpa di Burnout 2019! 

Teks: Wildaf | Foto: Istimewa, Herry Axl.