Garage Visit I Puspa Kediri Berawal Dari Bengkel Mesin

Mar 07, 2017 Hangout
puspa-kediri-4.jpg Bagi penggemar custom, nama bengkel Puspa Kediri Custom (PKC) yang berlokasi di Jati Asih, Bekasi sudah tak asing lagi. Workshop yang sudah berdiri sejak 2006 ini awalnya merupakan bengkel mesin dan kini menspesialisasikan pada aliran custom sejalan dengan passion para tim-nya. “Sebelum 2006, kita itu dulunya bengkel mesin. Cuma basiknya saya emang senengnya motor-motor klasik kaya Honda CB. Jadi pas mulai jaman-jaman modifikasi, saya bikin lah, tapi memang aliran cutom karena memang basiknya suka klasik. Seneng aja kan bikin motor yang motornya sih biasa aja, tapi kalau motornya rapih kan orang juga suka ihatnya,” buka Aya Sofia, owner sekaligus punggawa PKC. puspa-kediri-3.jpg Nama Puspa Kediri didapat dari saran sang sesepuh di bengkelnya untuk mencari nama yang sederhana, namun mudah diingat. Puspa diambil dari nama anak perempuannya, sementara Kediri dipilih agar orang mudah mengingat, disamping memang timnya yang mayoritas adalah orang Jawa. puspa-kediri-2.jpg Ubahannya semua yang beraliran klasik-retro, semisal cafe racer, board tracker, bratstyle, japstyle dan lainnya. Dalam membangun custom bike, Aya sendiri memiliki prinsip Less is More, dan harus tuntas. “Pokonya saya sih selalu berusaha, meskipun bikin custom bike ini saya anggap pekerjaan yang simple, tapi sebisa mungkin hasilnya harus maksimal. Jangan sampai mentangmentang simple trus bikinnya biasa aja dan malah jadi mengulang dua-tiga kali, itu akan mebuang-buang semuanya, mulai dari biaya sampai buang waktu,” jelas Aya. puspa-kediri-5.jpg Baginya, komunikasi yang kontinyu dengan customer juga menjadi kunci dalam mendapatkan hasil yang diinginkan. “Komunikasi dengan customer itu penting. Banyak orang yang hanya menyerahkan begitu saja sama builder, tapi saya nggak mau. Ada contoh lagi misalnya si pemilik motor minta dibuatkan custom bike dengan seleranya, tapi setelah jadi malah dibilang jelek, padahal itu sesuai dengan selera mereka, kita kan nggak bisa nolak keinginan mereka karena mereka yang bayar. Makannya itu pentingnya komunikasi, karena dari situ kita bisa kasih masukan,” imbuhnya. puspa-kediri-1.jpg Kustomisasinya pun tentu bermacam-macam, dari yang simple hingga ekstrim sekalipun. Namun Aya mengakui, pada moge-moge terbaru yang menggunakan mesin injeksi, memang masih merasakan kesulitan. Bengkel ini buka dari hari Senin - Sabtu dari jam 10 pagi hingga 5 sore. Untuk range harga masih relatif sama dengan workshop lain. Semua tergantung dari parts yang digunakan, dengan memakan waktu sekitar 3 bulan pengerjaan. puspa-kediri-6.jpg “Harga sih relatif, start dari Rp 15 juta. Semuanya kan tergantung dari parts yang digunakan, mau yang biasa atau yang premium, kita akan coba maksimalkan,” tutupnya. Teks: Wildaf, Foto: Jhon Resa