Garage Visit I Story from The Katros Garage

Feb 05, 2017 Hangout
the-gatros-7.jpg Bagi yang sudah lama wara-wiri di dunia custom, nama Katros Garage pasti sudah akrab di telinga. Workshop yang berlokasi di Jl. Cempaka 1, No.2, Rengas, Bintaro Sektor 2, TangSel ini memang menspesialisasikan dirinya sebagai bengkel custom. Sekedar bercerita, Katros Garage awalnya merupakan sebuah nama blog. Pemberian nama Katros juga punya cerita sendiri. Sang founder sekaligus owner, Andi Akbar atau dikenal dengan nama Atenx bercerita sedikit mengenai kisahnya nih bro. the-katros-08.jpg “Katros ini awalnya nama blog, Thekatros Garage (Katros) yang isinya tentang ketertarikan saya terhadap dunia custom culture. Saat itu awal 2009 masih sedikit sekali tren custom culture di Indonesia khususnya Jakarta, makannya saya ngeblog. Selang beberapa bulan, blog ini malah dianggap bengkel oleh khalayak. Dari situ mulai banyak permintaan part custom dan singkat cerita, saya mendeklarasikan diri sebagai bengkel custom,” papar pria yang pernah berprofesi sebagai jurnalis roda dua ini. Bengkel ini awalnya bermula dari garasi rumah. Dalam metamorfosisnya, Katros sempat beberapa kali pindah workshop dan berganti nama. the-katros-7.jpg “Kami banyak mendapat pelajaran dan suka duka. Mulai dari dipandang sebelah mata,  sampai merasakan senangnya kedatangan artis untuk pertama kalinya. Hehe. Semua itu makin membuka mata saya sebagai owner dan custom culture di Indonesia. Sampai pada titiknya saya sadar, membangun motor itu nggak seindah dulu ketika Katros masih rumahan (hobi). Ada target yang harus ditepati. Di lain sisi, ide dan kreativitas membutuhkan waktu. Saat itulah saya harus milih antara bisnis atau kepuasan saat membangun motor,” paparnya. the-katros-06.jpg Sedikit beralih pada pemilihan nama Katros, rupanya juga punya cerita sendiri. “Lebih kepada arti harafiah dari kata Katro, yang identik dengan kuno, old fashion, jadul, dll. Dulu gaya oldschool kesannya katro dan belum dipandang keren seperti sekarang. Gaya modifikasi Katros yang memang mundur ke belakang, (seperti caferacer dll.) sering dianggap katro oleh teman-teman saya dulu, dan penambahan huruf S pada kata Katros lebih pada penambahan makna. Karena saya yakin ketika saya berjuang membangun Katros, saya nggak bakal sendirian,” imbuh builder asal Makassar ini. the-katros-07.jpg Hingga kini, Katros berdiri kembali menggunakan nama TheKatros Garage. Baginya,  garasi bukanlah sebuah kekurangan dan punya makna sendiri. “Garasi itu lebih mencerminkan passion. Makannya kami tekankan kalau membangun motor customer karena memang passion, bukan cuma karena uang. Apa aja yang dilakukan oleh laki-laki di garasi pasti didasari oleh passion-nya. Bisa dibilang itu juga awal mulanya ada embel-embel Garage dibelakang nama Katros”. the-katros-8.jpg Kini formasinya terdiri dari 7 orang crew. Katros punya aturan buat para calon customernya buat membawa referensi gambar sebelum membuat motor customnya. Kenapa? “Karena kami bukan tukang jiplak. Kalau cuma bawa satu gambar dan customer mau dibuatkan motor seperti gambar itu, sama aja ngejiplak ya. Tapi kalau bawa lebih dari 3 gambar, setidaknya kami bisa menggabungkan 3 konsep motor yang berbeda untuk bisa menghasilkan satu model tanpa harus dibilang ngejiplak,” papar Atenx tertawa the-katros-09.jpg Buat budget, Atenx mengaku tak mematok harga asalkan ada konsep yang jelas. Baginya ia lebih menyukai customer yang fair dan blak-blakan. “Budget berapapun dan konsep apa, kami malah merasa tertantang. Ketimbang budget besar tapi non konsep cuma sekedar nemplok barang-barang branded. Beda genre beda harga, pastilah beda. Tapi itu bukan karena cc motor, melainkan biasanya part yang dipakai untuk cc besar memang lebih mahal”. the-katros-04.jpg “Build with Passion” @katrosgarage Teks: Wildaf. Foto: Herry Axl