Kemeja Flanel. Dari Pakaian Pekerja Lapangan Hingga Jadi Outfit Sepanjang Masa

Jan 09, 2018 Goods
checkered-flannel-shirt--1024x525.jpg Sebelum menjadi salah satu item fashion sepanjang masa, kemeja flannel punya sejarah panjang. Popularitas flannel telah melampaui zaman, kesenjangan sosial, bahkan jenis kelamin seakan tidak pernah tenggelam. Jauh sebelum dipopulerkan oleh Kurt Cobain, kemeja flanel dulunya merupakan pakaian yang dipakai oleh para pekerja lapangan. Kain flanel merupakan kain yang serba guna sejak berabad-abad lamanya. Terbuat dari benang wol yang berasal dari beraneka ragam bulu domba di berbagai belahan dunia, bahan ini dianggap mampu memberikan perlindungan dari musim dingin yang basah dan berangin. Konon flannel muncul pertama kali pada abad ke-16 di Wales dengan sebutan flannelette. Kata flanel sendiri berasal dari bahasa Wales, yaitu Gwlanen, yang artinya “bahan wol”. Pada saat itu, para petani memakai pakaian hangat yang agak tebal untuk melindungi diri mereka dari cuaca dingin dan rerantingan pohon. Di Perancis, istilah flanelle dipakai di akhir abad ke-17. Kemudian pada awal abad ke-18, orang Jerman menyebutnya flanell sedangkan dalam bahasa Inggris ditulis dengan kata flannel. Awalnya flanel diproduksi rumahan, lalu dengan berjalannya Revolusi Industri, flanel mulai diproduksi secara massal. Mengikuti perkembangan jaman, bahan wol lambat laun mulai digantikan dengan serat kapas, campuran sutera, dan serat sintetis. Di tahun 1889 pengusaha asal Michigan, Hamilton Carhatt, mengklaim sebagai yang pertama kali menemukan kemeja berbahan flanel termasuk motif kotak-kotak yang terinspirasi dari pakaian tradisional Skotlandia. Carhatt berusaha menciptakan pakaian tahan banting yang nyaman dipakai, namun tetap berkarakter untuk para pekerja lapangan yang aktif. Pada abad 19, flannel jadi bahan yang murah dan digunakan sebagai pakaian tentara yang didesain dalam bentuk mantel. Sedangkan flannel untuk pekerja didesain dalam bentuk pakaian one piece atau overall. Setelah masa Perang Saudara di Amerika Serikat, flannel terbukti udah nggak eksklusif lagi untuk pakaian kerja dan seprei. Baru pada tahun 1950-an, flannel mulai bangkit sebagai pakaian pebisnis dengan warna abu-abu. Lalu pada awal abad ke-20, flanel tidak hanya diproduksi untuk cuaca dingin, tetapi mulai disesuaikan dengan musim-musim yang ada. Seiring perkembangan, kain flanel menjadi lebih tipis dan ringan sehingga bisa digunakan di cuaca yang hangat. Di abad yang sama, flanel masuk ke Amerika Utara. Flanel dengan motif kotak-kotak diidentikkan dengan para pekerja kasar, pekerja lapangan, terutama petani, gembala, pekerja tambang, penebang pohon, dan mereka yang bekerja di luar ruangan. Saat Perang Dunia I berakhir, perbedaan antar-kelas di masyarakat menjadi bias. Kemeja flanel yang pada mulanya identik dengan kalangan kelas bawah, lambat laun naik kasta dan menjadi milik seluruh lapisan sosial. Pada masa ini pula, kemeja flanel diidentikkan dengan ‘kelaki-lakian’. Mulailah pada tahun 1939, Red Flannel Day mulai dilaksanakan secara rutin di Cedar Springs, Michigan. Kota ini masih merayakan Red Flannel Festival sampai sekarang. Pada tahun 1963, The Beach Boys membuat kemeja flanel terkenal setelah mereka berpose mengenakan kemeja flanel sambil mengangkat papan luncur untuk cover album mereka, “Surfer Girl”. Flanel booming pada awal 1990-an, setelah band asal Seattle, Nirvana dan Pearl Jam mempopulerkan kembali kemeja flanel dengan motif kotak-kotak. Masa keemasan grunge saat itu ditandai dengan perubahan pola berpakaian di kalangan anak-anak muda. Tidak ada lagi jaket kulit yang sempat berjaya oleh kalangan glam rock. Trend beralih, mereka beramai-ramai mengenakan kombinasi kemeja flanel, jeans, dengan sepatu boots atau sneakers. Kurt Cobain menjadi salah satu icon fashion saat itu. Dimulai dari pakaian pekerja lapangan, petani hingga pekerja pabrik, kira-kiri beginilah flannel berevolusi menjadi trend fashion kekinian tanpa mengenal latar belakang. Perkembangannya diikuti dengan banyak pattern. Bukan lagi cuma polos atau kotak-kotak, flannel muncul dengan motif unik seperti floral, tribal, stripes, sampai polkadot. Teks: Wildaf | Foto: Theidleman