Vol. 5 | Wahana Para Pecinta Motor Trail Tua

Vol. 5 | Wahana Para Pecinta Motor Trail Tua

Ags 19, 2018 Gastank Family

Geng Tril Tua (GTT) Indonesia bermula dari sebuah Close Group di Facebook pada tahun 2014. Group yang diinisiasi oleh Ricky Manggala tersebut, lambat laun mulai menarik minat para pencinta motor trail jadul yang sebelumnya tidak punya wadah khusus. Kini Geng Tril Tua sudah memiliki Close Group dengan member mencapai 40 ribu.

Seiring perkembangannya sejak 2014, kini banyak individu dan klub yang mulai berafiliasi dengan Geng Tril Tua. Tercatat ada 45 klub dari seluruh pelosok Indonesia yang turut serta menghidupkan atmosfer trail tua.

Geng Tril Tua Indonesia tidak sekadar tumbuh dan hidup di media sosial semata, sejak 2014 wadah pencinta trail tua ini sudah eksis menyelenggarakan meet up & gathering bertajuk “Arisan Tril Tua”.

Tahun ini, Geng Tril Tua kembali menyelenggarakan flasgship event bertajuk “Arisan Tril Tua” (ATT) untuk kali ke-5. Tahun ini, ATT5 diselenggarakan di Camping Ground Parang Gombong, Kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta. 

Ajang tahunan dari Geng Tril Tua ini, dapat dikatakan sebagai ajang silaturahmi dan gathering para trail tua enthusiast yang setiap tahunnya selalu diadakan di daerah yang berbeda, serta dilaksanakan oleh panitia dari klub yang berbeda dalam naungan forum Geng Tril Tua Indonesia.

“Geng Tril Tua merupakan sebuah wadah yang mempersatukan individu dan kelompok-kelompok pencinta motor trail dan motocross tua, dengan keluaran di atas tahun ’90-an, atau motor muda yang dimodifikasi menjadi layaknya motor trail jadul,” ucap Ricky Manggala, Presiden Geng Tril Tua Indonesia.

Setelah sukses diselenggarakan di Bali (ATT-2014), Yogyakarta (ATT2-2015), Bandung (ATT3-2016), Trenggalek (ATT-4), kini giliran Geng Tril Tua Purwakarta yang menjadi tuan rumah. Pada gelaran tahun ini, setidaknya 1000-an peserta dari berbagai klub yang berafiliasi dengan Geng Tril Tua turut hadir dan menyemarakkan “Lebaran-nya” para pecinta Tril Tua.

ATT 5 yang dilaksanakan pada 17-18 Agustus 2018 dibuka dengan upacara pengibaran bendera merah putih guna memeringati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Upacara tersebut diikuti seluruh peserta setelah melakukan parade melintasi Bendungan Parang Gombong, Jatiluhur.

“Arisan Tril Tua menjadi ajang silaturahmi bagi kita semua, dari kita untuk kita. Silaturahmi memperpanjang usia, silaturahmi melapangkan rezeki. Geng Tril Tua adalah wadah, bukan sekadar klub. Wadah yang mempersatukan pencinta tril tua seluruh Indonesia,” ujar Kolonel CZI Tri Hascaryo, selaku pembina GTT di sela-sela sambutannya. Pada kesempatan tersebut, Geng Tril Tua menyematkan Life time Achievement kepada Kolonel CZI Tri Hascaryo atas kontribusinya terhadap tumbuhnya ekosistem tril tua di Indonesia.

ATT5 menampilkan serangkaian kegiatan yang sangat menarik perhatian para peserta dan pengunjung yang hadir, seperti Dirty Duathlon ajang adu kecepatan dan kekompakan antar klub dalam mengarungi danau dan memacu tril tuanya, juga Trial Games adu kecepatan teknikal para pengendara tril tua di bebatuan terjal, serta banyak kegiatan positif lainnya.

Sesuai dengan namanya yang mengutip kata “Arisan”,  setiap tahunnya, pada puncak acara selalu diumumkan Grandprize. Tahun ini, Geng Tril Tua mengusung sebuah motor tril lawas, Yamaha DT125 MX sebagai hasil kocokan “Arisan Trl Tua” yang diraih oleh Geng Tril Tua Kudus.

Teks: Wildaf | Foto: Istimewa.