Wood Board I Vintage Surf Board Asli Malang

Jun 22, 2017 Boys Toys
Wood-board-002b-1024x683.jpg Secara geografis kota Malang berada diantara beberapa gunung, seperti gunung Arjuna – Welirang, gunung Semeru – Bromo, dan gunung Kawi dan gunung Panderman. Jelas bumi Arema ini banyak menawarkan beberapa keindahan alam, tidak hanya gunung, jika berkendara 70 km menuju selatan terdapat beberapa pantai yang dapat memuaskan batin. Malang juga disebut sebagai kota pelajar dan kota wisata selain Bandung dan Yogyakarta. Era globalisasi rupanya banyak mambawa pengaruh pada kota Malang. Aspek-aspek kebudayaan yang dicerna akhirnya mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat Malang raya. Sebagai contoh olah raga ekstreme, seperti rock climbing, paralayang, down hill bike, down hill skate, adventure, bahkan surfing saat ini dapat berkembang pesat. Itu semua karena pola pikir masyarakat Malang terbuka dan dapat menerima kebiasaan dari luar. Selain itu letak kota yang secara geografis memiliki lokasi potensial untuk dilakukan olah raga tersebut. Wood-board-008b-1024x683.jpg Wood-board-007b-1024x683.jpgSarana, prasarana, serta elemen pengukungnya mulai terpenuhi,  seperti pantai Lenggoksono di Malang selatan. Ombaknya cukup konsisten untuk dilakukan olah raga berselancar. Memang tak seramai di pulau Bali, namun saat berselancar dan memainkan ombak hampir tidak ada gangguan apalagi sampai berebut ombak. Olah raga surfing di Malang mulai menarik peminatnya di tahun 2012, dan di tahun 2014 surfing berhasil dicerna penduduk Malang dan mulai belajar berseluncur di atas ombak. Dari situ elemen olah raga surfing mulai terbentuk seperti komunitasnya Malang Surfing Assosiation, pelatihan surfing yang tersedia di sekitar pantai Lenggoksono, kemudian kompetisinya. Meskipun kompetisi baru bersifat local, tak tanggung-tanggung kompetisi ini dilaksanakan setiap 3 bulan sekali untuk menjaring atlit  muda. Wood-board-005b-1-1024x683.jpg Dalam setiap kompetisi diberikan hadiah papan surfing, menariknya papan tidak didatangkan dari negara lain atau dari luar kota Malang. Tak disangka kota Malang yang berada di dataran tinggi memiliki board shaper atau pengrajin papan surfing. Eka Cahya dan Nanang Hariadi yang sudah merintis brand localnya dari tahun 2014. Ilmu yang didapat justru tidak datang dari Bali, dalam kehidupan sehari-hari 2 orang bersaudara ini bekerja di industri surfboard brand asing di Surabaya. Cukup cakap mengabdi untuk orang, kemampuannya di kembangkan sendiri. Setiap week-end Eka maupun Nanang mudik ke Malang dan memulai project idealistnya. Mereka pun memberikan merk Wood Board, nah materialnya dari kayu balsa, tidak seperti surf board kebanyakan. Pilihan material kayu ini di pilih karena lebih ramah lingkungan dan keinginkan untuk memberikan karakter vintage pada produknya. Wood-board-001b-1-1024x683.jpg Material utama yaitu kayu didatangkan dari sebuah kota kecil di selatan kota Malang, dan beberapa material masih mengandalkan produk import. Pengerjaan surf board dengan material kayu jauh berbeda dengan surf board yang menggunakan foam. Prosesnya cukup panjang mulai dari merajang balok kayu, menghaluskan, menyusun lembaran kayu, merangkainya, dan membentuk menjadi surf board. “Jika rutin, satu papan surfing bisa diselesaikan selama 7 hari. Kami mengerjakan secara manual, sehingga prosesnya bertahap untuk mendapatkan kualitas yang baik,” ujar Eka. Kualitasnya yang apik membuat Wood Board bisa bersaing dengan merek surf board lokal pendahulunya di pulau Bali. “Beberapa papan sudah laku hingga di bawa ke Australia,” bangga Eka. Beberapa surf shop di Canggu justru memesan langsung surf board made in Malang ini. Untuk harga Wood Board terhitung cukup terjangkau jika dibandingkan dengan papan kayu merek lain. Untuk papan ukuran kecil sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Untuk papan besar seperti long board antara Rp 5 juta, hingga Rp 7,5 juta. Jika tidak puas dengan stock yang ada, wood board menyediakan opsi custom, ukuran surf board bisa disesuaikan dengan keinginan. Buat yang hobi ke pantai dan pacu adrenalin, bisa langsung meluncur ke pantai Lenggoksono. Jangan kuatir buat loe yang baru memulai, di sana terdapat surf lesson yang biasa diberikan pemuda lokal Bowele, sementara buat pro namun belum memiliki papan, di sana juga tersedia papan rental. @ manchine_surfboard Teks: Uky Basuki / Foto: Uky Basuki, Bowele.