P
erjalanan menemukan jati diri
tidak selalu lurus-lurus saja.
Kadang kala ada hal-hal yang
harus dikorbankan misalnya saja
pendidikan. Pilihan yang sulit ini akhirnya
dijalani oleh Dinda Firmansyah, builder
muda asal kota Kembang, Bandung yang
memilih untuk mengikuti passionnya
terjun didunia custom garage.
Gindin sapaan akrabnya, dia menjadi
motor dari Hollister-Land, garage yang
mulai dijalankan pada 2013 di Lembang,
Bandung, Jawa Barat. “Sebenarnya
Hollister-Land ini adalah pilihan antara
jalanin bengkel atau kuliah. Pilihan yang
sulit karena mau kuliah tapi utang ke
orang tua, bengkel passion. Tapi karena
udah passion di motor ya mau gimana
lagi pilihannya mengorbankan dulu sisi
pendidikan. Sekarang udah di ujung nih
udah Bab 3” buka Gindin.
Sambungnya lagi, “Nah untungnya,
orang tua pun mendukung kasih
kepercayaan pada pilihan saya. Apalagi
setelah melihat usaha kita ada hasilnya,
anaknya menghasilkan karya tentunya
mereka seneng,” imbuh builder 27 tahun
ini.
Sebenarnya Gindin tak sendirian, apa
yang dialaminya juga banyak terjadi
pada mereka yang mengejar passionnya.
Semuanya balik lagi ke masing-masing.
Beruntungnya orang tua support apa
yang dilakukan. Ditambah sang ayah
yang memiliki basic pabrikasi, sehingga
beberapa kebutuhan seperti alat-
alat bengkel tak terlalu memberatkan
perjalanannya.
Kampusnya di ITENAS memang dikenal
sangat mendukung mahasiswa untuk
belajar segala hal sampai tentang motor
custom. “Di kampus (2010) itu kan ruang
lingkupnya luas. Di parkiran itu nggak
banyak motor umum, banyakan motor
custom, klasik, yang antik-antik lah
sampai ke dosen-dosennya. Saya jadi
keracunan,” tambahnya.
Berangkat dari pertemanan di motor,
customer pun datang dengan sendirinya.
“Saya sendiri harus mencari kelebihan
dari Holister Land sebagai USP (unique
selling point) di mata customer. Saya
mantengin hasil kerjaan bengkel-
bengkel lain agar bisa cari perbedaan.
Kalau untuk membangun brand image
intinya update lah, dan saling sapa di
social media. Karena customer juga kan
banyakannya dari sana,”
Menurutnya, sebuah custom garage
tetap membutuhkan pendukung produk
sebagai penopang bengkelnya dan
menjadi pembeda dengan garage lain. “Di
Hollister itu ada produk Slave Industries
yaitu fabrikasi exhaust motor. Marketnya
untuk motor custom dan klasik mulai dari
200 cc - 2000cc kita jabanin. Untuk yang
ready stock ada sejenis Scorpio, W175
dan Royal Enfield. Ada yang full system
dari yang stainless dan saat ini sedang
riset merambah ke bahan titanium,” kata
Gindin.
“Knalpot ini bukan lagi penunjang sih, tapi
bisa dibilang pondasi bisnis. Karena kan
prosesnya cepet, kalau pasang langsung
paling cuma 2 hari sampai maksimal 1
minggu. Dan menurut saya penting untuk
custom garage buat memiliki penunjang
lain apapun produk yang dihasilkan
untuk bisnisnya,” tutup Gindin yang saat
ini memiliki 2 karyawan.
GASTANK MAGAZINE
10




