Jajah Kutho Milangkori | Eksplor Kekayan Indonesian dengan Berkendara

Jajah Kutho Milangkori | Eksplor Kekayan Indonesian dengan Berkendara

Jan 06, 2019 Gastank Family

Pada awal kalender tahun 2019, dunia kustom kultur dibuka oleh event Custom War. Acara ini akan di helat pada 11-12 Januari 2019. Ribuan builder maupun penikmat motor kustom siap memadati Taman Festival Bali, Padang Galak, Denpasar - Bali. Hal ini pula yang memicu Jajah Kuto Milangkorikembali dilaksanakan.

"Jajah Kuto Milangkori sendiri berasal dari bahasa jawa, yaitu jajah kuto adalah jelajah kota, sedangkan milangkori adalah menghitung pintu. Secara garis besar kegiatan ini adalah proses pecarian pengalaman hidup, melintasi beberapa kota menggunakan motor kustom demi menggali lebih jauh kearifan lokal di berbagai wilayah Indonesia," ujar Randy Fahri salah satu penggagasnya yang juga akan mengikuti perjalanan riding ini.

Ke-Timur-Run adalah tema yang diangkat Jajah Kuto Milangkori kali ini. Namanya saja sudah Ke-Timuran-Run, dan pasti rute perjalanan ini akan mengeksplor sedikit kekayaan bagian timur Indonesia. 

Yogyakarta dipilih sebagi titik awal pemberangkatn. Jawa Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara Barat adalah beberapa provinsi yang akan dilintasi.Jajah Kuto Milangkori kali ini diisi oleh tujuh orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, namun kecintaan pada motor kustom menyatukan mereka dalam perjalanan kali ini.

Tim Jajah Kutho Milangkori episode Ke-Timur-Run terdiri dari Fendy “Lemu” Aris, Ardiyansah “Bajuri” Dirgantara, Randy Fachri, Yudhistira Padma sebagai Rider, Endang Dermawan (www.rodjournal.net) sebagai journalis, dan Ahmad Yusuf Ibnu sebagai Fotografer. Hasil dari perjalanan ini berupa foto, dan video jurnal perjalanan selama berkendara menuju ke Timur Indonesia.

"Dengan diadakanya  Jajah Kuto Milangkori kali ini, banyak harapan yang terus akan diwujudkan. Dan mengeksplorkekayaan Indonesai dengan menggunakan motor kustom adalah salah satu jalan yang kami pilih," tutup Randy.

Nah, untuk kepoin mereka Gastank Magazine akan report setiap etapenya keseruan perjalanan turing ini, jadi gastankers bisa terus memantaunya.  

Teks: Olebelo, Foto: Istimewa.