DjogjantiqueDay 2019

DjogjantiqueDay 2019

Ags 27, 2019 Event

Berbagai acara telah banyak diadakan oleh Motor Antique Club (MAC) Yogyakarta tiap tahunnya. Lalu pada 2015, mereka bersepakat untuk membuat satu acara serial yang kemudian mereka beri nama DjogjantiqueDay.

Tahun ini, DjogjantiqueDay 2019 digelar Jumat dan Sabu, (23-24/8/19) di Stadium Mandala Krida, yang sekaligus untuk memperingati ke-32 tahun MAC Djogja. Seperti dijelaskan oleh Ardy ‘Sinchan’ Tjandranata, sebagai Ketua Panitia, MAC dibentuk oleh para pecinta motor tua di penjuru tanah air.

“Para pecinta motor tua ini sebenarnya sudah ada sejak era 60-70-an. Awalnya mereka punya club masing-masing. Nah mereka ini adalah kumpulan orang-orang yang ‘tersisih’ di mana invasi motor Jepang sedang massive-massivenya saat itu. MAC Jogja sendiri berdiri pada 1987, lalu MAC dari berbagai kota berkumpul, akhirnya bersepakat untuk membentuk MAC Indonesia pada 1994,” jelas Sinchan yang kala itu mengendarai Triumph SpeedTwin 1947.

Hari Jadi MAC Djogja sendiri sebenarnya jatuh pada 18 Juli bertepatan dengan ulang tahun Foundernya, Alm. Yuli Gendu. Tema Vintage paradise diambil dengan mengusung ambience vintage di seluruh sudut acara, sekaligus diharapkan bisa menjadi surganya para pecinta vintage.

Seakan ingin menampilkan suasana pada masa lalu, hanya kendaraan tua yang ada di sini. Display sengaja diatur sedemikian rupa juga sekaligus untuk ‘mengedukasi’ masyarakat umum tentang kendaraan-kendaraan tua. Motor-motor dipajang sesuai evolusi dan tahunnya.

Dari motor bersasis sepeda di bawah tahun 1920, motor-motor rigid, hingga yang paling modern yaitu motor era 50-an seperti Harley-Davidson, Triumph, NSU, BSA, serta hot rod, dan mobil-mobil vintage-klasik lainnya.

Memang, meski acara ini terbuka untuk umum dan gratis, namun panitian hanya memperbolehkan motor-motor berbau klasik-vintage yang masuk atau parkir di dalam area.

DjogjantiqueDay sendiri sejatinya memang digelar untuk mendekatkan para pecinta motor tua dengan masyarakat umum. Terlebih lagi MAC Djogja sedang concern untuk melawan issue ‘klitih’ di Jogja yang sudah digalakkan sejak tahun lalu hingga saat ini.

“Kita bener-bener gemes sama mereka. Tapi mari kita gemes dengan cara yang kreatif. Kami mencoba berperan dalam melawan aksi tersebut, kita rangkul anak-anak muda ini untuk ikut kegiatan, bahwa bermotor itu asik dengan melakukan hal-hal yang kreatif dan kegiatan positif,” sambung Sinchan.

Salah satu upaya untuk merangkul mereka adalah dihadirkannya FSTVLST, band yang sedang digandrungi anak muda Jogja. Sontak lebih banyak anak muda yang hadir di konten ini, semuanya melebur tanpa gap. “Yang keren lagi, tahun ini sampai ada 60 orang yang semuanya anak-anak muda ikut joint sama kita. Heran saya kenapa mereka tertarik sama motor tua,” sambungnya.

Ketua MAC Djogja, Atmaji Apriliyanto pun punya harapan di tahun ke-5 gelaran DjogjantiqueDay ini. “Dengan meleburnya semua bikers dan komunitas, semoga ini bisa memupuk semangat Nasionalisme dan patriotisme dan bahwa kita selamanya tetap satu yakni Indonesia. Dan bahwasanya motor tua (antique) ini adalah warisan budaya yang harus dilestarikan”.

Setidaknya ada 73 club yang tergabung dalam MACI yang hadir di acara ini. Sekitar 21.000 pengunjung di dua hari gelaran, acara ini juga dihadiri oleh banyak komunitas lain di antaranya Bikers Brotherhood, Bajak Laut, Eagle Eyes, HDCI Jogja, Hotrodiningrat dan masih banyak lagi.

Herwan Prandoko atau Koko, Divisi Pariwisata Sosial Seni dan Budaya MAC Djogja menambahkan, “Semoga acara ini bukan hanya jadi ajang silaturahmi komunitas motor di lingkup Jogja, nasional maupun internasional, namun juga bisa mengedukasi masyarakat luas dan kaum millenial tentang apa itu motor tua (antique) dan bagaimana berkomunitas yang kreatif, inovatif serta produktif,” kata Koko yang saat itu juga memajang Harley-Davidson JD 1926. “Dan semoga, DjogjantiqueDay bisa menjadi salah satu destinasi tujuan wisata di Jogja,” pungkas Sinchan. Selamat ulang tahun!

Teks: Wildaf, Foto: Ardhy Kencana.