GASTANK WEST JAVA JOURNEY DAY I  | MENEROBOS NEGERI DI ATAS AWAN

GASTANK WEST JAVA JOURNEY DAY I | MENEROBOS NEGERI DI ATAS AWAN

Sep 06, 2021

Hotel Aviara, Bintaro Tanggerang Selatan dipilih sebagai titik kumpul untuk memulai perjalanan Gastank West Java Journey - Riding With Frieds. Rombongan touring langsung start jam 3:00 dini hari, Senin 23/08. Perjalanan hari pertama ini dari Jakarta menuju Ciletuh, tetapi sedikit crossing wilayah Banten. 

Pagi-pagi buta ini rombangan langsung meluncur ke arah BSD lalu melintas kawasan Parung Panjang dan Jasinga untuk ngejar matahari pagi di wilayah Citorek. Melintasi Jembatan Muhara di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. Jembatan daurat ini sempat roboh diterjang luapan air Sungai Ciberang, Senin, 9 Agustus 2021 lalu.

Jembatan Muhara, merupakan akses jalan Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong menuju obyek wisata Negeri di Atas Awan, Gunung Luhur, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak ikut terputus.

“Kawasan yang dikenal sebagai Negeri di Atas Awan ini menyuguhkan pemandangan yang elok. Saat kita ada di puncak akan melihat langsung hamparan awan di yang ada di bawah masih meyelimuti pengunungan,” ujar Didi Fauzi sebagai Road Captain yang menjelaskan pukul 6:30 sudah tiba di puncak kawasan Citorek. 

Inilah alasannya kenapa kita berangkat dari titik kumpul dini hari, karena kalau lebih siang kita gak bisa melihat moment  Negeri di Atas Awang yang jadi andalankawasan wisata Citorek ini. Beruntung hari itu cuaca juga bersahabat dengan kita jadi bisa menikmati keindahan alamnya dengan maksimal. 

Jalan diwilayah Citorek yang sudah dibeton membuat perjalanan meyenangkan bisa ngegas maksimal. “Tetapi harus hati-hati karena sebelum nenuju pucak tanjakannya curam dan berkelok-kelok, saat kita melintas masih dipenuhi kabut,” jelas Ferry Maryadi yang ngegas BMW R310 GS mengandalkan ban Anakee Adventure.

Setelah tiba di pucak kawasan Citorek dan tentunya mengabadikan foto-foto keren rombongan istirahat sejenak di tempat istirahat yang sudah tertata rapi. Selasai rehat, perjalanan langsung dilanjut menuju pantai Legon Pari di kawasan Sawarna wilayah Banten yang berbatasan dengan wilayah Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat untuk istirahat makan siang.

Nah, perjalanan dari Citorek menuju Sawarna kita melintasi kawasan Warung Banten untuk menujun Bayah, rute ini terbilang cukup ektrim karena melewati jalan bebatuan dan tanah bekas longsor. Kita juga melintas jembatan Bantar Karang Jembatan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda.

Jalurnya jalan berbatu yang kita lewati selama sekitar 20 menit ini cukup menguras tenaga. Tetapi akhirnya terbayar saat kita tiba di pantai Legon Pari ,Sawarna. “Pantai Legon Pari, Sawarna ini pasirnya putih lautnya biru suasananya bikin mager banget. Asyiknya kawasan pantai ini hanya bisa dimasuki oleh motor saja dan harus melintas jembatan gantung untuk masuk ke area pantai,” ujar Jodie yang turing kali ini ngegas Kawasaki ZX25R.

Selesai santap siang di pantai Legon Pari, tim touring langsung melanjutkan perjalanan menuju kawasan Ciletuh Geopark yang ada di kawasan Sukabumi, sekaligus sebagai tempat bermalam di hari pertama perjalanan touring. Total jarak yang ditempuh hari pertama ini sekitar 200 km.

Nah, perjalanan hari ke-2 makin seru karena tim Gastank West java Journey bakal explor kawasan Ujung Genteng dan beberapa lokasinya yang masih belum banyak disambangi peturing. 

Simak di artikel berikutnya ya… !