HONDA GL200 | CUSTOM UNTUK TUGAS AKHIR

HONDA GL200 | CUSTOM UNTUK TUGAS AKHIR

Ags 03, 2021

Memiliki motor ini sejak 2016 merupakan keputusan yang tidak pernah saya sesali setelah melalui proses kebimbangan. Karena ketika itu saya dihadapkan dengan  3 pilihan motor yang semuanya cocok sesuai keiginan, jadi bikin galau sambil tepok jidat. Karena maunya tak beli semua… hehehehe.

Pilihan pertama ada Yamaha Scorpio, lalu kedua ada Vespa PTS 100 yang harganya waktu itu masih Rp 7 jutaan, dan Honda GL200. Ketiga  motor dengan bandrol harga rata-rata sama membuat bingung harus pilih yang mana. Singkat cerita, akhirnya saya pilih yang terakhir Honda GL200.

Alasan memilih Honda GL200 karena saya sudah lama sekali ingin motor ini, apalagi saya sudah familiar dengan Honda S90 sejak 2011 dan sudah waktunya buat uprgade. Kalo dari pandangan saya Honda GL200 sebagai bahan untuk kastem motor ini tidak membutuhkan budget yang mahal, karena harga sparepart dari mesin sampai accesoriesnya yang terbilang cukup ekonomis untuk kantong pelajar waktu itu. Intinya karena sebagai mahasiswa sekolah seni saat itu yang penting sesuai karakternya sudah cukup puas untuk melampiaskan hasrat motoran sambil berkarya.

Nah, kalau untuk proses custom motor ini sebetulnya ada beberapa tahap. Memasuki 2017, motor sudah kastem tahap pertama dengan tema pesawat perang dunia II milik Amerika model seri Mustang P51, dengan bodyset custom galvanis warna silver biru. Setelah jadi motor tersebut langsung saya piloti untuk uji ‘penerbangan’ riding  dari Solo - Bandung PP saat itu sembari saya proses magang di Pickers Store, Bandung.

Ternyata setelah saya pakai wara-wiri untuk aktivitas di musim hujan sekitar Februari 2017 motor dengan fender pendek sangat tidak rekomen untuk harian apalagi untuk perjalanan jauh.

Nah, saat menetap beberapa bulan di Bandung saya banyak bertemu dengan penggiat kustom kulture dan saya melihat banyak motor kastem disana walaupun mesin berkapasitas kurang dari 400cc tetapi terlihat sangat nyeni secara estetika. Enggak harus andalkan part baru, menggunakan sparepart ekonomis namun pas dan cocok dengan si pemiliknya.

Disana saya mulai belajar apa itu kustom yang sebenarnya, dari referensi dan ilmu yang saya dapatkan selama kurang lebih dua bulan tinggal disana. Dari situ saya berkeinginan menyempurnakan desain model kustom motor saya yang berfungsi untuk harian sekaligus penjelajahan dengan karakter saya.

Pada tahun 2018 barulah saya merubah desain Honda GL200 ini. Ide masih seputar pesawat tempur lawas, tetapi kali ini modelnya terinspirasi dari pesawat tempur perang dunia II kebanggaan Jepang yaitu Mitsubishi A6M5 Zero-Sen insinyurnya Joro Horikoshi. Pesawat inilah yang memporak-porandakan pertahanan pasukan sekutu termasuk tentara Amerika di kawasan Pasifik.

Karena idenya memang pesawat tempur jadi material body yang pas untuk dipakai tentunya bahan aluminium. Sesuai dengan warna asli pesawat yang silver, lembaran  material alloy agar body set dan fender terlihat makin dinamis. Tentunya frame yang ada juga memodifikasi ulang untuk menyesuiakan bentuknya.

Nah, belajar dari pengalaman karena motor buat harian kedua fender dibuat panjang agar aman saat hujan untuk berpergian enggak nyiprat sampai ke badan. Untuk sektor kaki-kaki menurut saya paling pas dengan model trial, tampilan motor jadi edikit lebih tinggi, cocok untuk segala medan.

Tidak ketinggalan pada bagian buritan juga ditambah accesories back rack untuk berbagai keperluan berpergian untuk menyimpan muatan barang. Jadinya motor sekaligus kendaran perang ini siap bertempur untuk menjelajah dan berpetualang kapan saja.

Nah, menariknya dari proses pembangunan motor ini, memang sengaja saya rancang untuk aplikasi desain karya tugas akhir semasa kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual di Institut Seni Indonesia Surakarta.

Nah kebetulan judul karya tugas akhir saya judulnya “SINERGI GAYA DESAIN PROPAGANDA DAN KONTEN LOKAL SEBAGAI MEDIA PROMOSI SENIMAN KUSTOM SURAKARTA”.  

Kenapa motor ini sebagai sebagai karya ?  Sedikit saya ceritakan, kalo panjang nantinya jadi siding skripsi hehehehhe. Jadi dengan judul sebagai media promosi seniman kustom Surakarta ,motor ini salah satu aplikasi perancangan desain dan berkolaborasi dengan karya dari salah satu seniman kustom Surakarta Gareger Kustomdiningrat. Tidak cuma motor ini yang saya kerjakan ada juga karya kolaborasi lain seperti helm dan kerajinan kulit dari beberapa seniman kustom asal Surakarta, salah satunya adalah motor ini.

Setelah selesai, saya panggil motor ini dengan nama "Zero".  Pemilihan nama ini jells ada alasannya, supaya ketika saya naik motor dan berkendara selalu merasakan titik balik dimana angka perjuangan saya dari Nol/0/Zero.  Selaras dengan model pesawat tempur Jepang dengan kode A6M5 Zero merupakan sumber inspirasi nama motor ini.

Teks & Foto: Ardhi Kencana

Cita-cita kamu sebetulnya mau jadi Pilot pesawat tempur ya Lek…? 

DATA CUSTOM BIKE

Nama Pemilik   : Ardhy Kencana

Builder : Kustomdiningrat

Accesories : Motor Alit Garage

Concept : Ardhy Kencana

Painting : Ardhy Kencana

MOTOR

Basic motor : Honda GL200 / Tiger Mesin Oval CNC

Gearbox : -

Pengapian   : BRT

BODY

Tangki : Custom Alloy Diesel Cap

Fender : Custom Alloy

Jok : Custom MB Tech Leather Texture

Oil Tank/ TolBox : Custom Alloy

Setang : Custom Iner cable

FRAME

Rangka : Oringinal Custom Scrambler

Lengan Ayun : RX King Custom

Kaki-Kaki

Suspensi Depan : Custom Yamaha Scorpio

Suspensi Belakang : RX King 32

Ban Depan   :  Pirelli MT43 2.75-21

Ban Belakang     :  Pirelli MT43 4.00-18

Velg Depan : TK Racing 21x1.60

Velg Belakang   :  Vox Excellent 18x3.00

Rem depan : Tromol Yamaha TS

Rem belakang : Tromol Yamaha RX King

AKSESORIES

Head Lamp : Imasen Japan Brass Metal

Stop Lamp : Custom & Suzuki FR

Sein : CGC Alloy Japan

Filter karburator : -

Karburator : PWK 28 Keihin

Knalpot : Custom Stainless stell

Holder & Handle : Suzuki A100