Manado Ride & Cloth | Tetap Kreatif di Masa Pandemi

Manado Ride & Cloth | Tetap Kreatif di Masa Pandemi

Jun 02, 2021

Ride& Cloth merupakan event kreatif yang merupakan kolaborasi antara KUSTOMAIN dan Manado Community Hub untuk menjembatani antara penggiat motor kustom dan cretive market yang ada di kota Manado. 

Event ini menjadi wadah tempat bertemunya penggiat motor kustom dan pelaku industri clothing independen serta kuliner dalam skala lokal berlangsung pada 29 Mei 2021, berlokasi di MCH Corner yang terletak pada area kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado. 

"Tersedianya tempat dari lingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado menunjukkan support yang serius pada industri kreatif di kota Manado.," buka Ito salah satu founder Kustomain.  

Memang tantangan para penggiat kreatif dalam menyelenggarakan event offline di masa pandemi sekarang adalah bagaimana mengontrol jalannya acara agar sesuai dengan protokol kesehatan guna mencegah penularan dan penyebaran Covid-19. Sesuai dengan standar event offline yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dengan mengacu pada CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), maka diterapkanlah pada event Ride & Cloth.

Event yang dimeriahkan oleh brand-brand lokal serta pajangan motor kustom yang tertata rapi memberi semangat dan aura kreatif pada para pengunjung. Meskipun durasi acara yang singkat tetapi ada hal-hal positif dan baru yang bisa diperoleh baik oleh tenant maupun pengunjung.

Event ini juga menyajikan sharing & talkshow dengan nara sumber: Jimmy Harvey (H.A.R.V) mewakili local clothing, Niki “Junki Kstalai” Kilapong (Basudara Bakujaga) seniman kustom hand painting, dan Rudy Harum (Wildhorse Manado) perwakilan penggiat motor kustom di Manado. Masing-masing nara sumber membagi pengalaman dalam bidangnya masing-masing sekaligus menjadi simbol jembatan persahabatan antara para penggiat kreatif yang ada di kota Manado.

Pada event ini dihadirkan penampilan musik dari Halim Moito yang merupakan paduan gitar dan alat tiup, yang dengan romantis menutup senja berlatar sunset keemasan di horizon teluk Manado.

Salah satu senior penggiat motor kustom, Aleng Jagger, berujar “Manado itu kreatif dan kami bisa.”

(Artikel/Foto: Kustomain)