Motor-Motor Jadul Ini Masih Eksis di Jalanan Indonesia

Feb 06, 2018 Classic Bike
Pecinta motor klasik di Indonesia terbilang sangat besar. Buktinya setiap kali kita melintas di jalanan, ada saja pengguna yang menggunakan motor berpenampilan jadul. Meski setiap tahun ATPM memengeluarkan berbagai varian motor baru, tetap saja motor klasik selalu memiliki tempat di hati penggemarnya. Bahkan bukan hanya tampilan dan orisinalitasnya, motor jadul juga banyak diburu lantaran jumlahnya yang makin sedikit yang menjadikan harganya kian melambung. Asal telaten dirawat, motor-motor jadul masih layak dan asik digunakan. Ini dia, 6 motor jadul yang masih banyak menghiasi jalanan Indonesia.   Honda GL motor-jadul-2.jpg Honda GL series merupakan salah satu motor sport Honda yang paling panjang sejarahnya di Indonesia. Seri GL dimulai dengan GL-Pro Platina 105 cc yang pertama kali muncul sekitar tahun 1982 dengan pengapian platina. Tak lama setelah itu, di tahun 1985 menyusul seri berikutnya yakni GL-Pro 145 dengan kapasitas mesin lebih besar dengan pengapian CDI. Kemudian dilanjut dengan GL Pro 160 Neotech di 1995, dan sekitar 1999-2001 hadir Megapro 160 Neo Tech. Hingga kini, seri-seri terbaru Megapro terus bermunculan.   Vespa motor-jadul-3.jpg Rasanya nggak afdol kalau nggak masukin Vespa ke daftar motor jadul yang masih banyak 'berkeliaran' di jalanan Indonesia. Pasalnya, di setiap daerah mana pun ada yang punya Vespa. Ini juga tak lain karena Indonesia merupakan negara terbesar ke-2 di dunia yang memiliki Vespa. Unsur retro yang unik dan tak dimiliki motor lain menjadikan skuter ini sangat disukai pecintanya. Vespa pertama kali masuk ke Indonesia pada zaman kolonial Belanda, yakni akhir tahun 1960-an. Saat itu hanya segelintir orang yang menggunakan Vespa. Namun tipe “Kongo” pada 1963 yang dibawa oleh TNI, membuat masyarakat di Indonesia mulai demam Vespa hingga saaat ini. Kalau di sini, motor-motor klasik Vespa yang masih banyak bertebaran di antaranya tipe VBB, VNB, dan VBA.   Yamaha RX King motor-jadul-1.jpg Mendengan nama RX King, yang terbayang adalah suara cempreng yang khas dari knalpot motor ini. Namun bicara motor 2 tak era 80-an, Yamaha RX King adalah jagonya. Motor 2 tak ini masuk di Indonesia pada era 70-an dan paling booming satu dekade berikutnya, seperti seri RX 125 Twin. Seri-seri berikutnya juga hadir seperti RX-S 115, RX 125 Engkel, RX-K 135, RX Special, dan RX King yang bisa dibilang paling abadi sepanjang masa. Meski selahnya muncul tipe-tipe baru seperti RXZ dan RZR, namun popularitas RK King seakan tak terkalahkan. Salah satu legenda hidup Yamaha ini seakan punya daya tarik tersendiri. Meski motor ini sempat punya stigma buruk, penggemarnya tetap tidak berkurang.   Honda Astrea motor-jadul-1.png Honda Astrea menjadi jagoannya motor bebek di era 90-an hingga awal tahun 2000. Dengan mesin yang bandel serta konsumsi bahan bakar yang super irit, membuat motor ini laris manis di pasar dan punya tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Keberadaannya di Tanah Air diawali tahun 1961 melalui Honda Super Cub dengan seri-serinya seperti C100 dan C 102, dan C50, C70, C90 di tahun 70-an. Era 80-an, muncullah seri-seri berikutnya seperti Astrea 700, Astrea 800, Astrea Star, Prima, kemudian barulah tahun 90-an Astrea Grand, Impressa dan Honda Legenda. Meski dengan mesin yang hanya 100 cc, namun Antrea banyak disukai lantaran kecepatan yang khas di kelasnya dan pernah jadi motor sejuta umat. Hingga sekarang, motor ini masih banyak diminati dan terlihat di jalanan Indonesia. Teks: Wildaf | Foto: Istimewa, Scooterstyle, Priceprice2.bp.