Ngobras di Motocoffee

Ngobras di Motocoffee

Jul 28, 2020

Tanpa adanya ‘perhatian’ dari pemerintah dunia custom terus berkembang dalam rentang waktu 10 tahun belakangan ini. Selain mengerjakan order custom motor customer, bengkel-bengkel custom sudah mulai memproduksi part custom.

Pasalnya dengan membuat dan menjual part custom ini bisa mendapatkan income tambahan bengkel yang pasti. Memaksimalkan produktivitas bengkel, sembari mengerjakan unit custom motor yang membutuhkan waktu hapir 3 bulan sampai selesai diterima oleh pemilik motor.

Artinya tanpa disadari, dunia custom ditanah air ini sudah mulai berkembang menjadi sebuah indistri.  Obrolan ini terungkap saat acara NGOBRAS, Ngupi & Ngobrol Santuy bersama Ketua MPR Bambang Soesetyo yang digagas oleh komunitas Motoran Tugeder, kumpulan jurnalis dan fotografer lintas-generasi.

Bertempat di MotoCoffee Jl. Lebak Bulus Raya No. 23 Jakarta Selatan pada hari Sabtu, 25 Juli 2020 ngomongin Industri Custom Indonesia.

Ada beberapa pelaku industi custom yang mengikuti ngobrol santai ini. Dari builder diwakili oleh Bimo Hendrawan dari Bimo Custombikes dan Andi Akbar yang lebih dikenal dengan Atenx dari Katros Garage.

Sedangkan produk pembuat apparel ada brandnya St.Luke bersama Lucky Riyadhi yang produknya sudah masuk dan diminati pasar Eropa. Lalu dari sisi penyelenggara event custom hadir  ajang Indonesian Custom Show 2020 ada yang diwakili oleh Kunto.  Rencananya Indonesian Custom Show 2020 akan digelar 7-8 November 2020 yang mengambil lokasi di Jogja Expo Center Yogyakarta.

Para pelaku custom di Indonesia mengharapkan peraturan pemerintah yang mendukung industri ini bisa berkembang.  "Aturannya masih abu-abu untuk modifikasi motor, sehingga membuat orang mengurungkan niatnya untuk modifikasi motor" ujar Bimo punggawa Bimo Custom yang bermarkas di Jl Pangeran Antasari, Jakarta Selatan.

Efek dari aturan ini berimbas kepada pembuat part aksesoris motor kustom yang menjadi sebuah industri. Ketika motor dimodifikasi sebetulnya ada part dan aksesoris pendukung yang dibutuhkan untuk membuat motor kustom makin terlihat cantik.

Dan part tersebut dijual dan dibuat oleh para pelaku bisnis motor kustom demi hidupnya dunia kustom. "Beberapa part kita buat agar konsumen mudah untuk memodifikasi motor kustomnya" ujar Atenx owner dari Katros Garage.

Dari keluhan dan harapan para pelaku bisnis motor kustom, menurut Bamsoet selaku pembina dari komunitas TuGeDer sudah ada yang diakomodir oleh pemerintah dan ada yang belum.

"Saat ini pemerintah sedang konsentrasi membangun ekonomi menggelontorkan dana untuk UMKM agar bisa bangkit" ujar Bamsoet.

Ini program pemerintah yang sudah mengakomodir para pelaku UMKM, pastinya para pembuat part dan aksesoris motor kustom juga merupakan home industri. Tinggal mengenai aturan dan regulasi dari pemerintah mengenai motor modifikasi.

Sedangkan dari sisi rencana kedepan Motoran Tugeder Bamsoet menyambut positif rencana untuk bekerjasama biker dari luar mengenalkan destinasi ke beberapa lokasi pariwisata Tanah Air. Sebaliknya, Motoran Tugeder akan menawarkan paket pariwisata ke luar negeri.  “Salah satu tujuannya untuk medukung pariwisata di Indonesia,” tutup A.S Suminartomo selaku Ketua komunitas Motoran Tugeder.

Teks: Oleb Foto: Herry Axl