Riding with The Wind: A Motorcycle Diaries by Mastomcustom

Riding with The Wind: A Motorcycle Diaries by Mastomcustom

Ags 26, 2019 Hangout

Kalau dibilang anak motor cuma bisa bikin acara custom show, Mastom membuktikan itu salah. Buktinya adalah dengan ia menggelar Pameran Tunggal Tommy Dwi Djatmiko “Riding with The Wind: A Motorcycle Diaries by Mastomcustom”.

Pameran dibuka pada 16 Agustus dan berlangsung hingga 15 September di Galeri Yuliansyah Akbar - URBANE, Bandung. Pembukaan dihadiri perwakilan DISBUDPAR Kota Bandung yang juga disambut baik oleh banyak pihak. Acara ini bertepatan dengan kegiatan Bandung Art Month 2019 yang digagas oleh Bdg Connex yang berlangsung sejak 15 Agustus - 15 September mendatang.

Pameran yang dikurasi oleh Beni Sasmito ini menampilkan 27 karya seni rupa dari pria dengan sapaan Mastomcustom itu pada media kanvas, termasuk sebuah karya restorasi sepeda motor. Karya-karyanya menampilkan perjalan 29 tahunnya dalam dunia permotoran.

Tommy Dwi Djatmiko atau Mastom merupakan seniman otomotif yang dikenal dengan brand Mastomcustom. Kiprahnya di dunia seni otomotif khususnya di dunia motor di antaranya adalah menjadi juri dalam program kompetisi motor custom nasional, menggagas acara Indonesia Motorcycle History pada 2017, juga bekerjasama dengan Carmanita membuat lukisan batik di mobil Mercedez Benz pada tahun 2010, membuat beberapa iconic bike dan masih banyak lagi.

“Ini untuk memberikan nafas baru buat keduanya, baik dunia permotoran begitu juga untuk seni rupanya. Karya-karya di sini merupakan catatan bermotor saya. Kan dalam dunia bermotor banyak yang dilalui, dari custom, turing, persahabatan, love story, khayalan, bahkan harapan dan doa, semuanya dituangkan dalam kanvas,” papar Mastom.

Setiap karyanya memiliki nama. Salah satunya restorasi motor Suzuki FR80 1978. Motor ini direstorasinya, lengkap dengan surat-surat kepemilikan atas nama alm. Tino Sidin dengan alamat Kadipiro Ngesriharjo Kasihan Bantul.

“Alm. Tino Sidin itu bisa dibilang adalah silent teacher saya menggambar sejak zaman anak-anak. Karena belum pernah bertemu langsung dengan beliau, ini adalah salah satu cara saya untuk mengenang jasa beliau dan memberikan inspirasi untuk anak-anak Indonesia pada masanya dalam mengembangkan imajinasi tanpa batas,” imbuh Mastom.

Karya Seni Restocustom berjudul "Ya Bagus" ini rencanya akan dilelang selama hampir satu bulan. Sejak pembukaanya, Minggu 18 Agustus 2019 pukul 15:00WIB dan berakhir 15 September nanti pukul 15:30 WIB. Sedangkan untuk mekanisme lelang online bisa disimak langsung di Instagram @mastomcustom. Nantinya hasil lelang restorasi sepeda motor akan diserahkan untuk Museum Taman Tino Sidin di Bantul, Yogyakarta.

Pameran ini tidak hanya akan memajang karya. Selama sebulan juga akan diisi banyak kegiatan. Seperti lelang karya, Artist talk, Kuratorial & Sharing interaktif, motorcycle community gathering, workshop Menggambar dan Mewarnai, ragam kontes dan video pendek, serta penjualan karya lukisan & merchandise.

Rencananya, pameran ini akan menjadi roadshow yang berlanjut di Bali, Jakarta, serta Jepang. Semua karya yang dipajang bersifat bisa dibeli, namun karya-karya ini akan diikutsertakan kembali dalam rangkaian exhibition road show "Riding with the wind".

“Semua karya akan dipamerkan dulu walaupun yang sudah terjual. Khusus untuk di Jepang, saya akan bawa karya yang berbeda,” pungkas Mastom.

Teks: Wildaf, Foto: Istimewa.