Rizqi Lemb Inc | Catching Opportunities

Rizqi Lemb Inc | Catching Opportunities

Apr 05, 2019 Profile

Rizqi Pratama atau lebih dikenal dengan nama Rizqi Lembinc adalah salah satu dari jajaran builder hits Tanah Air. Hal ini tak bisa dipungkiri berkat prestasi kemenangannya dari dua kontes bergengsi yang langsung mengangkat namanya.

Yang pertama, Cleveland Cyclewerks Kustomfest Bike Build Off pada 2014, kedua adalah The Varial - motor garapannya hasil dari menjuarai RE-BUILD OFF The Classic Challenge pada 2017. Keduanya menjadi kick off bagi Rizqi di skena per-kasteman Tanah Air.

Rizqi Lembinc juga dikenal sebagai designer dan artist yang merancang semua jenis kendaraan yang ‘memiliki roda’. “Nah kenapa gue pilih motor? balik karena passion,” itulah sepenggal kalimatnya dalam percakapan kami dengannya. Yang mengagetkan, dirinya mengaku tak ingin melanjutkan karir buildernya. Wah? Kenapa?! Kita simak saja ceritanya langsung!

Hi Bro! Boleh ceritain lagi dong secara singkat awal mulanya loe menekuni ini semua

Hello! Jadi gue adalah lulusan ITENAS tahun 2011. Gue lulus telat karena saat kuliah udah kenal duit duluan (kerja). Dari kuliah gue udah kenal motor, karena kebetulan kampus gue juga nyediain alat-alat yang bisa gue pakai buat kerja ngebengkel. Dari situlah mulai muncul ‘penyakit’.

Gue pertama kali ngoprek motor tahun 2006 di Lembang. Gue juga cukup jago main resin dan fiber. Sampai suatu ketika ada bule minta dibikinin motor, itu yang pertama kali ngebangun portofolio gue (karena dia bule).

Karena gue ngerasa incomenya nggak bagus, akhirnya gue ke Jakarta dan sempat jadi desainer Suzuki di bagian genuine aksesoris. Tapi gue nggak betah jadi anak kantoran berseragam. Selanjutnya gue gabung di ONX Idea Studio dan akitf ngegambar motor sampai sekarang. 

BTW, nama Lembinc ini dari mana?

Kenapa merknya Lembinc, karena dulu gue dipanggilnya si Lembang. Hahaha! Asal gue kan dari Lembang. Sesimpel itu.

Soal bikin motor, apa loe ngerjain semuanya sendiri?

Sebenarnya kalau dibilang bengkel nggak, garasi. Nggak semuanya gue yang ngerjain, gue ngesub kemana-mana, tapi minimal awalnya dari gue dulu.

Misal untuk motong rangka, gue tetap motong. Nyusun gue yang nitikin tapi nggak ngelas full. Untuk tangki, gue bikinin styrofoamnya jadi si tukang ketok bisa kebayang sama wujudnya. Matengin pola styrofoam ini jadi bekal buat ngedapetin bentuk yang kita inginkan.

Gimana proses loe bikin motor? Apa keunggulan Lemb Inc?

Acuan gue itu gaya old skool. Proses pertama gue tentuin dulu mau style apa. Misal boardtrack, boardtrack yang kaya gimana sih yang catchy. Gue breakdown semuanya. Yang pasti, motor itu nggak boleh sama kaya motor orang lain. 

Kalau kelebihan mungkin karena gue juga pernah ngalamin bikin motor, jadi pas ngedesain gue bisa lebih paham.

Kapan sih terakhir kali loe bangun motor?

RE Build-Off 2017 itu sebenarnya yang terakhir. Karena sebenarnya gue udah enggan ngelanjutin jadi builder. Pertama karena cash flownya kurang, part plug n play custom juga sudah banyak, jadi saingan makin banyak, peluang makin kecil.

Nah gue ngeliat peluang di sisi lain yaitu desain. Perputarannya cepat dan gue nggak harus nunggu motornya jadi. Dan di Indonesia ini masih jarang banget. Kenapa juga gue nggak mau bangun motor lagi, karena sebenarnya sih gue punya cita-cita jadi design consultant untuk motor custom dan punya studio desain yang memang khusus untuk motor custom.

Mengenai design consultant yang loe maksud, emang apa aja sih yang akan loe saranin ke costumer?

Kalau gue yang paling penting bridging ideas. Banyak dari mereka yang mau custom motor itu adalah orang awam. Mereka hanya tau dari genre, tapi nggak tau proporsi. Banyak yang harus dihitung.

Intinya sebagai konsultan maka gue harus menghasilkan solusi di setiap masalah pada pembangunan motor itu.

Tapi bukannya builder juga secara tidak langsung dia menjadi konsultan buat customernya ya?

Sebenarnya sih beda kacamata. Builder itu desain by doing. Kalau gue desain by drawing, by data. Mungkin kalau bengkel itu berdasarkan pengalaman. Nah gue bisa ngegambar, gue juga pernah bikin motor. Jadi gue bisa mengilustrasikan solusinya melalui gambar juga.

Customer gue kebanyakan motor kecil, tapi mereka sering mengambil dan menjadikan referensi dari internet yang kebanyakan adalah moge untuk dijadikan acuan motor mereka. Di sinilah softmodel itu berperan untuk menjembatani dan menerjemahkan referensi tersebut agar menjadi pas di motornya.

Kapan pertama kali tercetus ide buat jadi consultant ini?

Sebenarnya setelah motor RE jadi juara itu. ‘Ah kayanya gue ngga usah ngebuild motor. Dan gue mikirnya karena gue kan desainer, bukan fabricator. Peluang ini bisa dipakai oleh calon pembuat motor custom, bengkel yang tidak punya desainer, dan peluang lebih bagusnya mungkin gue bisa nyasar ke ATPM.

Kesibukan loe sekarang apa sih? 

Gue gabung di ONX Idea Studio sebagai product desainer sejak 2015. Mengenai cita-cita gue sebagai consultant sebenarnya udah jalan, cuma physical evindencenya (tempat) belum ada. Bersyukurnya karena tempat gue bekerja sekarang pun nggak mempermasalahkan selama nggak ganggu kerjaan utama gue. ONX bahkan support buat kita bakal bikin projek bisnis bareng.

Siapa sosok yang loe idolakan?

Kalau di luar negeri gue punya acuan sih, Kiska. Itu adalah studio design yang memang bergerak khusus otomotif. Kalau di Indonesia, mungkin Darizt Design. Ya suatu saat gue pengen sih bikin kaya Kiska. 

Berapa range harga Lemb Inc?

Untuk sebuah outline (gambar motor dengan pulpen atau pensil) start dari Rp 500 ribu tanpa revisi. Jadi mereka percayakan ke gue, tapi brief tetap dari mereka.

Mau lebih detail sampai partsnya kah, selama proses desain mau ada revisi atau nggak, tentu harganya beda. Semua tergantung outputnya sejauh mana. 

Baik. Thanks buat waktunya!

Teks: Wildaf, Foto: Ramon A.W., Istimewa.