Artifex Educreative & Socialworx | Wadah Kreatif Dengan Misi Sosial dan Edukasi

Artifex Educreative & Socialworx | Wadah Kreatif Dengan Misi Sosial dan Edukasi

Okt 30, 2018 Hangout

Artifex Educreative & Socialworx menggelar open house yang digelar pada Kamis, (25/10/18), bertempat di Artifex Educreative & Socialworx jalan Martanegara No.8 Bandung.

Acara ini menjadi soft opening dibukanya tempat ini. Para ‘penghuni’ Artifex Educreative & Socialworx terdiri dari Fourspeed, AGC Music School, Ballad Photography, The Craftsmen Club by Fourspeed, dan Radio Gordo.

Dijelaskan oleh Fajar Suryajaya yang mewakili Fourspeed, “Artifex Educreative & Socialworx adalah rumah kreatif untuk mewadahi teman-teman yang ingin berkreasi atau membuat event di sini, terutama yang berhubungan dengan sosial dan edukasi,” buka pria yang akrab disapa Japra ini.

Disupport oleh Djarum, di Artifex ini setiap brand mencreate kontennya masing-masing. Dengan adanya soft opening ini, diharapkan akan lebih banyak kegiatan di Artifex sebagai wadah kreativitas.

“Visi dari Artifex sendiri dari sisi edukasinya, adalah berbagi ilmu dengan masyarakat. Kita ingin mentrigger teman-teman yang ingin belajar agar kreativitasnya muncul, sehingga terdorong untuk membuat bisnis atau sesuatu yang lain” kata Japra.

“Sementara dari sisi sosial, kita pengen berbagi ilmu sama teman-teman yang kurang mampu. Misalnya kita undang para pengamen, kita kasih edukasi gimana main gitar atau latihan vocal yang benar, jadi mereka pun punya basic, bukan hanya asal genjreng gitar. Dan akhirnya mereka juga bisa punya mimpi yang sama seperti yang lain, dan bisa punya kesempatan untuk berkembang juga”.

“Di Bandung sendiri, banyak teman-teman yang kreativitasnya tinggi tapi kepentok karena urusan ekonomi. Makannya kita ingin kasih sarana edukasi. Kalau mereka bagus, tidak menutup kemungkinan kalau kedepannya pun bisa kita bantu,” imbuh Japra lagi.

Yang keren lagi, para penghuni utamanya ini (Fourspeed, AGC Music School, Ballad Photography, Radio Gordo) tak memungut biaya untuk workshop yang diadakan. “Kita memang sepakat untuk memberi ilmu pada orang lain, karena kita juga punya misi sosial”.

Bertujuan sebagai wadah yang mensupport mereka yang ingin belajar kreatif, para pendirinya tak khawatir jika ide atau konsep dari mereka akan ditiru. “Sebenarnya tanpa kita harus kasih ilmu sama mereka pun, duplikasi itu sudah banyak. Jadi daripada banyak orang yang mengcopy, lebih baik kita share aja. Karena buat kami selama kita berbagi ilmu, kita bakal dapat ilmu baru yang lain. Jadi ini juga memotivasi kita untuk selangkah di depan,” pungkas Japra.

Teks: Wildaf, Foto: Istimewa.