Backpack Keren Berbahan Tenda Tentara Dari Sapu Upcycle

Backpack Keren Berbahan Tenda Tentara Dari Sapu Upcycle

Jan 02, 2019 Goods

Produk recycle banyak sekali ragamnya di pasaran. Tapi jika menggunakan material seperti tenda tentara bekas atau ban dalam truk, mungkin baru Sapu Upcycle yang melakukannya.

Brand Sapu Upcycle sendiri merupakan bagian dari Komunitas Tanam Untuk Kehidupan (TUK) yang sudah berdiri sejak 2006 di Salatiga, Jawa Tengah. Mereka berkampanye lewat media seni agar penyebaran pesan untuk ikut peduli pada perubahan lingkungan sekitar lebih bisa diterima dengan mudah.

Pada 2010, Sapu Upcycle didirikan oleh Sindhu Prasastyo dan Erika Firniawati. “Dengan prinsip reduce, reuce, recycle & upcyle, kita melakukan inovasi agar sampah atau limbah bisa dikurangi dengan cara diolah kembali menjadi barang yang bermanfat, mempunyai fungsi kembali dan menjadi produk yang bernilai,” jelas Sindhu.

Yang unik, keduanya memilih material yang belum banyak dipilih oleh para creator lainnya seperti tenda tentara atau ban dalam truk kontainer bekas.

“Kita selalu eksplor material apa aja di lingkungan sekitar. Kenapa kedua bahan itu dipilih, karena meskipun bekas dan dianggap limbah tapi masih kuat. Sayangnya nilainya rendah, tetapi kalau kita olah dengan desain dan inovasi, nilainya pun bisa naik,” tambahnya.

“Kita pilih ban dalam truk kontainer karena dia kan bebannya berat, mereka pasti pakai ban dengan kualitas bagus. Indonesia juga termasuk 5 besar pengguna kendaraan truk jadi materialnya melimpah. Sedangkan tenda tentara memang terbatas bahkan habis, tapi ini yang menjadikannya bernilai,” imbuh Sindhu.

Produk yang dihasilkan berupa item lifestyle seperti backpack, tas, dompet dan aksesoris dari material kayu, logam silver, bahkan limbah circuit board handphone. Semua produk @sapuupcyle.id dari aksesoris hingga ini dijual dengan harga Rp 70 ribu – 1,2 juta. Kerennya, 60 persen pasar aktifnya berasal dari negara-negara Eropa seperti Perancis, Inggris dan Jerman.

“Alasannya karena mereka lebih dulu memiliki perhatian dan penghargaan pada produk berkonsep upcycle. Jadi mereka bangga karena ini menjadi bagian gaya hidup ramah lingkungan. Tapi Indonesia pun kini sudah lebih perhatian dengan produk seperti ini,” pungkas Sindhu.

Teks: Wildaf, Foto: Hendra.