BSA A65S FS | Fire Bird Scrambler

BSA A65S FS | Fire Bird Scrambler

Mei 14, 2019 Custom Bike

BSA A65S FS Firebird milik Adam Hadziq ini salah satu motor yang paling lawas yang meramaikan gelaran Tea & Toast Cup 2019 yang turun di kelas Big Bor beberapa waktu lalu. Satu kelas dengan motor yang saya gas, Harley-Davidson Iron Head 1972 yang harus menghabiskan 5 putaran.

Tampilan BSA milik Adam dengan style scrambler dan body full chrome terlihat ‘mentereng’ termasuk riding gear yang dikenakannya, seolah membawa kita menyaksikan balap garuk tanah di awal tahun 1970-an.

Oh ya, dia sendiri memang dikenal doyan main garuk tanah. “Acara fun race ini gue turun 3 kelas Bigbor pakai BSA A65S, Real VMX, dan Monkey Class. Buat senang-senang aja ramaikan acara karena jarang banget ada event seperti ini,” ujarnya yang kami temui sebelum balap berlangsung.

Adam mengaku kalau memiliki BSA Fire Bird ini sejak  tahun 2013 yang dibeli dari salah satu temannya. Informasi darinya waktu dapet tampilannya tidak orisinal dan sudah dicustom dengan gaya cafe racer yang saat itu memang sedang digemari.

Seiring berjalannya waktu Adam gatel juga untuk memberi sentuhan scrambler yang memang seuai dengan karakternya.  “Kalau customnya dikerjakan sendiri di rumah saat waktu senggang, kalau ada beberapa hal yang rumit baru bawa ke bengkel,” ujar owner Event Organizer Ergo & Co ini.

Bicara detail motor untuk frame, Adam mengandalkan milik BSA Spitfire sama-sama mengusung model mesin monoblock, bersanding dengan tangki bawaan BSA A65L jadi membuat identitas motor enggak hilang.

Meskipun bukan dari motor yang setipe areal kaki-kaki tetap diambil dari motor BSA, seperti suspensi depan mengandalkan copotan dari BSA C15 yang kapasitas mesinnya 250 sedangkan buat rear shock dari BSA A65 Lightning Aftermarket.

Untuk roda mengandalkan pelek ring 19 inch bersandingi dengan ban Yokohama Trial 300/19. Bagian belakang pakai ring 18 inchi dipadukan dengan ban Dunlop Trial 400/18. “Kembangnya enggak terlalu kasar jadi masih enak buat di gas di aspal,” lanjutnya.

Saat balap T&T Cup berlangsung sial bagi Adam karena motornya tidak bisa dikendalikan ketika masuk berm dan akhirnya terhampas dari berm. “Baru ngerasain gue kalo sudah di trek andrenalin tinggi konsentrasi bisa buyar, mau masuk berm bukannya injek rem eh malah injek tuas presneling makannya motor ngeloyor out dari berm,” ujarnya mengatakan kalau presneling motornya ada di tuas sebelah kanan.

Sebetulnya sama dengan yang saya alami saat balap waktu motor saya ambruk di berm yang sama. Niat hati mau nurunin gigi buat engine brake, (presneling motor saya juga ada di sebelah kanan) ehh malah tuas kiri yang diinjak. Alhasil motor ngerem pada saat posisi sedang miring ke kiri di berm, dan langsung kelontang enggak kuat tahan beban motor hehehe.

Oh ya, Saat Adam terhempas dari trek posisinya ada dirombongan depan. Tetapi setelah motor berhasil dihidupkan dia pun langsung gas lagi buat menyelesaikan putaran tersisa.  “Asyik nih kalo balap fun race seperti ini rutin digelar, jadi mainan baru buat para pemilik motor custom yang hobby main tanah,” tutupnya.

Teks: Olebelo, Foto: Herry Axl.