Custom War 2019 Bakal Hadirkan Puluhan Builder dan Musisi

Custom War 2019 Bakal Hadirkan Puluhan Builder dan Musisi

Jan 05, 2019 Event

Custom War 2019 segera dihelat di Taman Festival Bali, Padang Galak - Denpasar, 11-12 Januari 2019 mendatang. Event custom culture Tanah Dewata ini siap menyajikan sesuatu yang berbeda di perhelatan ke-3nya.

Pemilihan Taman Festival Bali sebagai lokasi acara yang diinisiasi oleh NK13 (Naskleeng 13) ini akan menjadi daya tarik tersendiri, dengan bangunan lawas yang artistik, di area luas yang persis bersebelahan dengan pantai.

Selain menawarkan lokasi eksotis, Custom War 2019 telah siap dengan berbagai kontennya. Salah satu yang paling menarik dan tak boleh dilewatkan buat pengunjung adalah undian Lucky Draw.

NK13 sudah menyiapkan sebuah custom bike yang digarap oleh Kedux Garage berupa Harley-Davidson XLH Ironhead 1000 1982 bergaya frisco style swingarm chopper. Selain itu, ada juga satu unit W175 terbaru persembahan dari Kawasaki.

Dikatakan oleh Rai Biomantara mewakili Custom War 2019, “dari dulu kita memang ingin membuat gebrakan baru di setiap tahunnya. Terutama ini spesial di tahun ke-3 kita ingin mengapresiasi pengunjung Custom War,” kata Rai.

Event yang disupport oleh Suryanation ini juga kembali akan mengundang tamu dari luar negeri. Tahun ini, Custom War 2019 menghadirkan Max Schaaf (Pro skater & chopper builder), Yaniv Evan (Powerplant Motorcycle), dan Cristian Sosa (Sosametalworks), serta beberapa undangan dari Jepang. Sedangkan dari dalam negeri, NK13 mengundang lebih dari 20 builder lokal yang didominasi nama-nama baru berbakat dari Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Konten utama Custom War 2019 yaitu Bike Show, akan memajang ratusan motor kustom dan mobil klasik. Para builder undangan berhak memajang kendaraannya. Nenatinya, mereka juga akan memilih dan memberikan trophy ke motor kustom favorit masing-masing.

Konten acara juga telah dipersiapkan lebih beragam di tahun ini. Sebagai ajang berkumpulnya lintas komunitas, Custom War 209 akan menggelar kontes surfing yang diadakan lebih awal pada 9-10 Januari di Pantai Muara, Banjar Tangtu, bekerjasama dengan komunitas surfing lokal Sanur, serta Skate Jam yang bekerjasama dengan komunitas skateboarding Denpasar.

Panitia juga melibatkan lebih banyak komunitas di Bali seperti fotografi analog, tattoo, skateboard, BMX, surfing, ilustrasi, diecast, action figure, clothing lokal, komunitas musisi independent Bali, kolektor musik dan komunitas street art yang secara khusus akan menggelar pameran.

Sementara sajian musik akan dimulai dari pukul 12.00-23.00 WITA. Custom War 2019 menghadirkan 4 stage yang terdiri dari Main Stage, Dome Stage, Announcement Stage dan Jamming stage dengan 60 talent yang terdiri dari musisi lokal dan luar Bali, disandingkan dengan lebih dari 20 food stand yang didominasi oleh kuliner khas pulau Dewata.

“Custom War bukanlah acara berkala. Acara ini diadakan ketika orang orang “belakang layar” ini siap, dengan persiapan yang cukup panjang dan kematangan konsep. Sampai jumpa 11-12 Januari esok di Pantai Padang Galak - Denpasar!” pungkas Rai.

Teks: Wildaf, Foto: Istimewa.