Eugene Denim | An Original Vintage Denim from Semarang

Eugene Denim | An Original Vintage Denim from Semarang

Sep 11, 2018 Fashion

Eugene Denim jadi salah satu brand denim lokal asli yang mengusung gaya vintage melalui bahan hingga teknik yang digunakannya. Brand asal Semarang, Jawa Tengah ini sudah berdiri sejak 2013 dan mengedepankan orisinalitas pada bahan dan teknik. Dalam perbincangan kami, owner yang sekaligus penggemar sejarah ini juga bercerita mengenai history jeans yang banyak tertuang pada produknya.

Apa sih Eugene Denim ini?

Eugene adalah brand yang bergerak pada vintage workwear. Main product kami mostly adalah denim, dan bahan lain seperti canvas duck.

Style kami adalah vintage clothing. Itu kan berawal di era 50 ke bawah atau era-era perang dunia pertama sampai ke-2. Kami menuju ke awal mula denim pertama kali dibikin, yaitu sekitar tahun 1900-an. Tapi tidak menutup kemungkinan, kami juga bermain dengan style di era yang lain.

Apa yang menginspirasi loe untuk membuat Eugen Denim?

To be honest kita terinspirasi dari Levi’s juga sebenernya, karena dia adalah pionir jeans di dunia.

Saat saya SMA, saya ngefans salvage denim-nya tapi nggak kuat belinya, jadilah saya bikin. Selain itu, ibu saya adalah pekerja buruh dan sejarah celana ini juga berawal dari pekerja. Tapi kenapa pekerja dengan lower class malah nggak bisa nikmatin. Garment kita yang busuk disuplai ke orang kita dan yang bagus diimpor, padahal celana ini adalah working class identitiy. Pekerja nggak pernah bisa membeli celana ini, itu ironisnya.

Apakah Eugene Denim ini semuanya handmade?

Jika dicompare dengan teknologi pembuatan denim di era sekarang, kita bisa dibilang handmade karena menggunakan metode manual meski disokong oleh beberapa mesin. Mesin tua yang kami gunakan adalah Union Special, yang tak lain adalah mesin di era pertama kali denim itu muncul. Kita punya 8 mesin dan salah satunya ada yang berumur lebih dari 100 tahun. Salah satu metode yang kami gunakan adalah hand stitching.

Lalu apa yang membedakan Eugene dengan denim lain?

Kita menggunakan denim yang ditenun dengan mesin satulum (yang masih digunakan era 50-an), sedangkan jeans sekarang kebanyakan menggunakan project tulum.

Untuk bahan sendiri, kami masih impor dari Amerika, Jepang dan Thailand. Tapi ada juga local denim yang kami ambil dari Ungaran, itu speknya cukup memenuhi dengan quality yang kami inginkan.

Sebenernya kita nggak bangga sebagai pengimpor, tapi karena di lokal sendiri belum bisa menyuplai bahan dengan spek apa yang kita inginkan. Mungkin dengan adanya para pelaku seperti kami, bisa membuat perusahaan denim membuat kembali bahan dengan spek seperti ini.

Apa sih spiritnya Eugene Denim?

Saya pengen produk kita dikenal sebagai handmade denim. Sebisa mungkin kita handmade karena handmade itu identik dengan durable.

Kita juga ingin Eugene jadi produk yang bisa muncul di pasar internasional. Salah satu prestasi Eugene adalah salah satu celana kami terkurasi oleh Ruedi Karrer (@swissjeansfreak), dan sekarang dipajang di museumnya, Jeans Museum di Swiss. Dia adalah seorang jeans freak, dan koleksi jeansnya lebih dari sepuluh ribu jeans dari seluruh dunia. Salah satunya adalah Eugene Denim kami yang sudah belel dan berfading.

Apa saja produk Eugene Denim dan berapa harganya?

Produk denim kita mulai dari celana, jeans, jaket dan workwear lainnya dengan bahan dari 13-22 oz. Salah satu artikel terbaru adalah celana dengan bahan 22 oz. Selain masspro kami juga bisa made by order alias custom.

Harganya mulai dari Rp 300 ribu – 1,8 juta. Salah satu yang membuat mahal adalah karena bahan kita impor, tapi kita tidak lupa asal kita dari mana. Makannya kita juga buat denim dengan harga 300 ribu dengan bahan berbeda, tapi konstruksi dan durabilitynya sama. Jadi semua bisa menikmati produk kami.

@eugenedenim

Jl Srikotan Barat No. 3, Ngaliyan, Semarang.

Teks: Wildaf | Foto: John Resa.