Gema Isyak | Vokalis Soloensis yang Torehkan Batik Pada Gitar

Gema Isyak | Vokalis Soloensis yang Torehkan Batik Pada Gitar

Okt 25, 2018 Profile

Berbagai cara banyak dilakukan penggiat dan seniman untuk melestarikan batik, itulah yang membuat batik terus berkembang. Tidak hanya sebagai pelengkap sandang, membatik juga banyak dilakukan pada beberapa media selain kain.

Seperti yang sedang digeluti oleh Gema Isyak, salah satu motor sekaligus vokalis dari grup band Soloensis yang juga seorang artisan. Lajang multi talent ini sejak tiga tahun belakangan mulai ngulik seputar dunia batik.

Tinggal di Solo yang menjadi pusat industri batik di Indonesia, memudahkan Gema Isyak untuk lebih mengeksplor lagi batik agar mudah diterima di kalangan muda-mudi saat ini.

Seperti apa detailnya? Berikut petikan wawancara Gastank Magazine dengan Gema Isyak pada ajang BurnOut 2018 di Solo beberapa waktu lalu.

Hi Bro! Sejak kapan kamu mulai menyukai batik dan apa yang membuat kamu tertarik dengan batik?

Hi! Hm.. Saya men-seriusi batik sejak 3 tahun terakhir ini. Karena tradisi warisan leluhur yang sarat akan makna, makna visual dan spirit.

Selain di kain, media apa saja yang kamu gunakan untuk membatik? Dan motif apa yang paling kamu suka?

Selain kain, saya juga mengeksplor kayu dan peranti berkendara seperti helm. Untuk karyanya, saya paling suka motif Sekar Jagad dan Wahyu Tumurun.

Apa yang membuatmu kepikiran untuk membatik di body gitar?

Dulu saat waktu saya masih longgar dan memproses batik (kain), saya ingat kalau saya memiliki body+stang gitar telecaster yang belum difinishing, lalu punya keinginan untuk mencoba membatik gitar itu tadi. Saya coba ngulik caranya, ehh ternyata buaguss! Hahaha, dan ternyata laku juga!

Simak percakapan kami dengan Gema selengkapnya diĀ Gastank Magazine Issue #28.

Teks: Oleb, Foto: Herry Axl.