Harley-Davidson Sportster | Long Fork

Harley-Davidson Sportster | Long Fork

Mar 18, 2019 Custom Bike

OldCrack Cycle 13 selalu menggarap motor dengan style yang selalu berbeda. Kali ini Eko Krisdian buildernya menggarap tungganan andalannya yang full custom engine. Idenya adalah mengandalkan spare part yang sudah tidak terpakai yang ada di bengkelnya.

Nah, projek terbaru motornya diberi nama Long Fork, besutan custom dengan style Scandinavian chopper. Mengandalkan basic mesin H-D Sporster 883, hanya bottom engine saja yang dipakai. Untuk bagian rumah gearbox yang semula menyatu dengan mesin sudah dipotong dan tidak dipakai lagi.

Pada mesin ini Eko bereksperimen mengawinkannya dengan silinder head motor Inggris BSA B31 basik mesinnya 350cc. “Sebetulnya tantangan baru buat Gue karena baru kali ini ngawinanin mesin H-D sama mesin Inggrisan. Apalagi keduanya memiliki karakter mesin berbeda,” jelas pria yang bengkelnya terletak di kawasan Halim, Jakarta Timur.

Bagian bottom mesin H-D Sporster yang sudah dipotong bagian gearboxnya hanya dipakai crankcasenya saja. Untuk bandul dan satu set setang seher dia mengawinkan dengan copotan dari part Sporster lawas Iron Head yang memang sudah lama dia simpan dan masih isa dipasang pada crankcase sportster. 

Tantangannya adalah mengawinkan bottom H-D Sporster dengan silinder head BSA B31 ini. “Ada dua cara yang bisa dijalani, kalau tetap pakai tetap boring atau silinder standar bawaan BSA, akan banyak ubahan pada bagian crankcase karena menyesuaikan diameter silinder yang lebih kecil,” lanjut Eko.

Setelah putar otak akhirnya ditempuh cara yang lebih sederhana dan mengurangi risiko ubahan pada crankcase. Eko mendesain ulang silindernya, jadi mengandalkan sepasang silinder baru yang dibuatnya dari bongkahan besi padat.

Alhasil tidak banyak lagi ubahan pada crankcase, karena dudukan baut pada silinder bawa bisa dibuat menyesuaikan dengan lubang bautnya. Sedangkan untuk silinder bagian atas dibuat sama dudukannya agar bisa menyatu dengan silinder head BSA B31. “Termasuk dengan tinggi bagian boring dan liner bagian luar silinder bentuknya sudah disesuaikan dengan pushrod yang mengikuti desain silinder head BSA,” buka Eko lagi.

Setelah beres mesin lanjut aplikasi girbox yang dipilih copotan H-D Shovelhead 4 speed lengkap dengan rumah koplingnya . Untuk primary gear pakai model open belt yang lbarnya 3 inchi.

Desain motor ini menganut gaya skandinavian chopper dengan sudut komster atau rake pada rangka dibuat lebih tinggi yang menuntut fork atau front end  model springer dibuat lebih panjang.

“Dua kali gue bikin springer, pertama panjangnya 2 meter tetapi setelah dipasang ke rangka motor jadi terlalu tinggi jadi sulit untung handlingnya. Akhirnya buat lagi springer yang panjangnya dipangkas menjadi 180cm. Lebih pas tampilannya dan bawa motornya juga masih bisa dikendalikan,” lanjut Eko.

Bagi mekanik kelar menggarap motor dan settingan mesin sudah ketemu, tantangan selanjutnya adalah riding jauh dengan motor sekaligus menjajal performa mesin. Riding jauh pertama motor di bawa ke Bandung menghadiri event motor, awal perjalanan lancar tetapi saat sampai di  kawasan Cianjur mesin bermasalah pada sirkulasi oli yang akibatkan piston jebol.

Sedangkan riding jauh berikutnya Long Fork oleh Eko dibawa ke Jogjakarta menghadiri event Kustomfest. Dengan persiapan yang lebih matang rute Jakarta-Jogjakarta bisa ditakluki.

Sedangkan riding jauh terakhir motor dibawa ke Serang, kali ini terbilang spesial karena ditemani oleh kru Gastank Magazine hehehe.  Sepanjang perjalanan  dari berangkat sampai pulang tidak pun ada kendala yang berarti. “Cuma nambahin oli aja jaga-jaga biar enggak kering maklum mesin bikinan,” celoteh Eko.

Teks: Oleb, Foto: Herry Axl.