Honda Astrea Prima 1990 | Ucup Lawless: “Astrea Series Bakal Everlasting”

Mar 14, 2018 Classic Bike
DSC05118-1024x683.jpg Honda Astrea kembali booming. Beberapa bulan ini motor bebek yang saat ini sudah berusia sekitar 25 tahun berkubikasi mesin kecil tersebut sedang sering wara-wiri, bukan cuma di jalan tetapi marak tersaji di timeline social media. Salah satunya oleh Yusuf Abdul Jamil atau biasa dikenal sebagai Ucup ‘Lawless’. Belakangan, bebek lawasnya menghiasi postingan di akun Instagramnya. “Ini Astrea Prima tahun 1990 dan ini motor harian gue,” buka Ucup. “Kalau hujan, motor bebek ini yang jadi andalan buat berakrivitas karena motor gue yang lain nggak ada sepatbornya. Udah gitu setiap Minggu gue cuma keluarin Rp 20 ribu buat bensinnya,” lanjut pria berkaca mata ini. honda-astrea-ucup-lawless-3-300x200.jpg  honda-astrea-ucup-lawless-9-300x200.jpg honda-astrea-ucup-lawless-6-300x200.jpg  honda-astrea-ucup-lawless-10-300x200.jpg honda-astrea-ucup-lawless-11-300x200.jpg  honda-astrea-ucup-lawless-1-300x200.jpg Selain motor bebek lansiran Honda ini sedang marak direstorasi, rupanya Ucup punya alasan tersendiri meminang motor ini. “Sebenernya dari 2013 gue pengen banget punya motor yang dulu gue pernah punya. Waktu SMP gue dibeliin Honda Grand sama orang tua, tapi karena nanggung makannya gue pilih Prima,” imbuhnya. Ucup mendapatkan motor ini pada pertengahan 2016 di sebuah toko di Kebon Jeruk, Jakarta Barat dengan kondisi orisinil namun sudah mulai lusuh karena termakan usia. “Gue dapet dengan harga Rp 2 juta, full orisinil tapi rangka udah keropos, cat ancur, mesin juga rusak, lampu dan semuanya udah pada jelek. Makannya biarpun orisinil tapi dengan kodisinya saat itu, gue gatel buat ngerestorasi,” tambahnya lagi. honda-astrea-ucup-lawless-7-1024x683.jpg Untuk ngejar tampilannya kembali ‘prima’, restorasi hampir dilakukan oleh Ucup pada semua bagian. Satu-persatu bagian part motor diurai mulai dari membongkar frame, kaki-kaki, hingga pengecatan untuk menghasilkan tampilan seperti aslinya. “Semuanya pengen dibalikin kayak aslinya. Ban IRC ini juga pakai seperti awal produksinya, depan alur lurus sementara belakang yang kembangan kotak-kotak. Shock pakai asli Prima, knalpot, lampu-lampu, jok, sepatbor semuanya baru. Gue juga repaint karena gatel lihat dia kusam. Warnanya gue buat persis termasuk stickernya. Kalau mesin, gue upgrade sedikit karena aslinya Prima kan lumayan lelet, jadi biar bisa buat ngebut” jelas Ucup. honda-astrea-ucup-lawless-13-200x300.jpg  honda-astrea-ucup-lawless-12-200x300.jpg Demi tampilan, Ucup juga sampai hunting aksesoris, sebagian perantinya ia dapatkan dari Gaday Laher yang memang menjual sparepart orisinil klasik. Ada juga part yang didapat dari sema teman karena kebetulan sedang bangun bebek lawas. “Keranjang depan ini juga lucu nih. Gue malah punya jauh sebelum beli motornya. Gue dapet 4 tahun lalu dengan harga Rp 40 ribu, ternyata ini milik Honda Dream EX5 (versi Thailand). Sekarang orang beli harganya bisa Rp 250 ribuan. Semuanya pada latah ikut naik, hahaha”. honda-astrea-ucup-lawless-2-1024x683.jpg Soal perawaatan, ini juga salah satu yang bikin Ucup demen dengan Astrea. “Motor jadul perawatannya sama kaya motor-motor Honda yang baru kok. Kita juga nggak perlu khawatir kalau seandainya mogok di jalan karena setiap bengkel pasti bisa servis motor ini”. Prediksi booming juga sebenarnya telah dirasakan lama olehnya. “2013 gue sempet bantuin temen ngebangun Prima. Lalu 2015 dipajang di event otomotif di Senayan, laku Rp 10 juta. Tahun berikutnya didisplay lagi oleh pemilik baru dan laku dengan harga yang sama dan 2017 kembali dipajang. Gue langsung mikir ini kayanya bakal everlasting”. honda-astrea-ucup-lawless-4.jpg “Sebenarnya sebelum gue anak-anak Bandung udah duluan ramai. Jakarta sedikit telat hehe. Yang pasti sekarang kalau pakai di jalan, bukan cuma orang tua lagi yang nanya, tapi anak-anak muda juga,” pungkasnya. Teks: Wildaf | Foto: John Resa.