Honda C800 1982 | Motor Alit Garage

Honda C800 1982 | Motor Alit Garage

Mei 11, 2020

Motor dengan basic Cub series terbukti memang tak lekang dimakan waktu, sejak diproduksi lebih dari 50 tahun ini masih diburu dan tetap diminati. Mulai dari sosoknya yang orisinal sampai tampilannya yang sudah custom. Banyak yang melatar belakangi teman-teman motoran untuk membuat motor ini tetap lestari.

Seperti yang diutarakan oleh Budo dari bengkel Motor Alit Garage dari Solo, Jawa Tengah. “Menggarap chopper dengan basic rangka cub series punya tantangan sendiri, lebih rumit mendapatkan soulnya ketimbang frame batangan,” ujar builder muda ini.

Mempertahankan ciri cub series, model frame utama yang semi monocoknya tetap dipertahankan. Hanya saja agar areal kemudi lebih menjulang shock depan di custom dengan mengandalkan pipa besi besi ukuran 27mm ketebalan tebal 5mm dengan panjang 110cm.

“Front end untuk menopang roda depan ini benar-benar rigid, tidak seperti springer atau girder yang masih bisa ngayun,” jelas builder ramah ini  yang mengandalkan roda depan  R18/ ban swallow 2.50 dan roda belakang  menggunakan R17/ ban swallow 3.50.

Menginginkan kaki-kaki belakang yang lebih koko akhirnya Budo memilih untuk menggantinya dengan  lengan ayun belakang bawaan motor batangan.  Dia menggunakan arm Honda GL 100 di sambung dengan dicustom lebih panjang mencapai 10cm untuk mengimbangi fornt end yang lebih panjang dan centang tadi.

Arm ini dibuat rigid dengan penopang yang didesain sekaligus sebagai sissy bar yang dikerjakannya  handmade menggunakan besi striplat kotak dengan lebar 2,5 cm dan tebal 4mm.

Dudukan sissy bar ini langsung berhubungan dengan fender belakang yang materialnya mengandalkan copotan dari Yamaha L2 Super. “Jadi slebor belakang ini saya sambung dengan fream bagian belakang yang sudah dipotong dengan seukuran slebor tersebut,” jelas Budo.

Agar fender belakang duduk manis di rangka motor yang akrab disebut Honda bebek ini, Budo sebelumnya sudah memapas fender belakang yang diikuti dengan coakan sedikit bagian buritan tangki cub series.

Nah, desain bagian belakang ini tampil lebih menanis setelah dibentuk ala chopper jepanese style dengan model single single seat. Model joknya  sedikit lebih lapang karena menutup seluruh  bagian atas tangki sampai sissy bar.

Menurut pengamatan Gastank Magazine sektor inilah detail yang membuat tampilan motor berbeda dengan cub chopper yang pernah dibuat sebelumnya. Sissy bar tidak dibuat menjulang hanya mengikuti ketebalan jok belakang akibatnya membuat tampilan buritan terlihat padat. 

Teks : Belo Foto: Ardhi Kencana (localegion)