Honda CB 1976 | Kanjeng Nyai

Honda CB 1976 | Kanjeng Nyai

Mar 22, 2019 Custom Bike

Kreativitas M Yusuf Adib Mustofa tidak pernah ada habisnya, builder spesialis custom engine asal Purwokerto ini kembali berinovasi melahirkan garapan terbarunya, Kanjeng Nyai. Berbeda dengan sebelumnya mesin 3 silinder ini merupakan generasi ke-3 dengan berbagai penyempurnaan.

“Mesin ini merupakan generasi ketiga pengembangan dari generasi W-Engine terdahulu pada seri pertama 2011, seri kedua 2015. Pengerjaannya sendiri memakan waktu selama 1 tahun,” ujar builder ramah ini.

Kali ini basic mesin Honda CB 100 1976 yang hanya diambil crankcase saja. Lalu diubah desainnya dengan sistem cor sehingga bisa dipasang untuk 3 silinder. Untuk kruk asnya mengandalkan copotan Honda Mega Pro yang tentunya sudah dicustom ulang pen dan big endnya.

“Setiap silindernya berkapasitas 156cc dengan ukuran bore x stroke tiap silinder 50 x 63,5  setelah dihitung total kapasitas mesin sekarang menjadi 468cc. Sedangkan kompresi sengaja diatur bermain rendah hanya 9:1 ngejar langsam suara motor lebih bulat dan berirama saat idle,” lanjut Yusuf yang menambahkan total oli mesinnya saat ini menjadi 3 liter.

Untuk sistem pengapian Yusuf mengandalkan CDI Suzuki Shogun 110 sedangkan untuk mengaktifkan mesin sudah mengandalkan eletrik starter copotan Honda Tiger. Termasuk system trasmisinya mulai dari rasio primer dan skunder juga menggunakan Honda Tiger. “Bobot mesinnya sudah lebih berat dari CB makanya lebih pas dengan congkok transmisi Tiger,” urai Yusuf.

Lalu apa perbedaan mesin 3 silinder generasi ke-3 ini dengan yang sebelumnya?

Yusuf mengatakan kalau perbedaan yang mencolok pada hitungan pada sudut antar silinder. Jadi pada generasi lama sudutnya dibuat 65 derajat, sedangkan pada generasi 3 silinder terbaru ini sudutnya 55.

“Makanya kalo diamati mesin 3 silinder sekarang jarak antar silindernya lebih rapat. Dengan perbedaan derajat yang lebih sempit ini memungkinkan balancer kruk as bekerja lebih stabil yang membuat mesin minim getaran,” buka Yusuf lagi.

Sedangkan untuk rancangan frame, Yusuf menggunakan pipa seamless dengan proses pembentukan selama 1 bulan untuk mendapatkan akurasi dan karakter chopper dan tetap menunjukkan rancang bangun mesin.

Eksperimen juga dilakukan oleh Yusuf untuk meracik kaki-kakinya, yakni desain suspensi depan bergaya single fork. Rupanya ide fork model tunggal terinspirasi dari masa mudanya yang doyan naik Vespa.

Sementara untuk total pengerjaan, Yusuf mengatakan paling memakan waktu di sektor mesin dengan waktu delapan bulan, sementara untuk sasis sendiri hanya dikerjakan selama dua bulan. 

Oh ya, ternyata ada alasan tertentu kenapa motor yang tahun lalu diterbangkan ke Jepang menghadiri ajang Yokohama Hotrod Custom Show ini diberi nama Nyai Kanjeng.

“Kanjeng Nyai berarti pendamping seseorang yang memiliki kedudukan tinggi. Motif batik dan warna hijau sebagai lambang harmonisasi dan kedamaian,” urai Yusuf yang mengatakan untuk proses painting seluruhnya diserahkan ke Hacka Pinstriping Solo yang digawangi oleh Danny Hacka 

Specs Kanjeng Nyai:

Basic Mesin: Honda CB 100 1976

Custom Engine: 3 silinder W-Engine 468cc

Suspensi Depan: Single Fork Springer

Suspensi Belakang: Rigid

Ban Depan: Shinko Classic 300 – 21

Ban Belakang: Shinko Classic 500 – 17

Karburator: Mikuni TM 28

Knalpot: Custom Stainless Steel

Cat: Hacka Paintstriping

Engine Builder: Psychoengine

Frame Builder: Psychoengine

Teks: Oleb, Foto: Suryanation Motorland.