Kawasaki KLX 150 | Ingin Beda Dari KLX Pada Umumnya

Kawasaki KLX 150 | Ingin Beda Dari KLX Pada Umumnya

Apr 05, 2020

Bagi pecinta trail klasik dapat memiliki motornya tentu bisa jadi kebanggaan, Apalagi kalau motornya bisa dibawa main tanah, adventuran masuk ke habitatnya. Nah, kalau buat off road pemiliknya tentu harus siap dengan perawatan yang extra lantaran usia motor yang sudah tidak remaja lagi.

Sadar akan kondisi itu akhirnya jalan yang paling aman dipilih oleh Farid Ridwan yang hobby adventure.  Pemilik Kawasaki KLX 150 yang mengubah tampilan motornya layaknya trail klasik era 1970-an. “Biar saat adventure enggak khawatir motor bermasalah karena pakai mesin baru dan tentu berbeda tampilannya sama KLX standaran,” alasannya.

Untuk merealisasikan keinginannya memiliki tampilan trail klasik dengan mesin terkini doi kontak bengkel Barokah Djaya. Workshop spesialis trail dan restorasi yang berlokasi di kawasan Ciandam, Sukabumi,  Jawa Barat.

“Rangka standar KLX sama sekali enggak dipakai sebagai gantinya kita ganti dengan Kawasaki Binter 125 keluaran 1980. Rangka model motor batangan masih bisa ngejar tampilan trail klasik, cuma rangka direinforce agar lebih kekar dan kuat, ” ujar Maulana Sandi owner dan builder bengkel Barokah Djaya.

Lanjut ke proses perakitan rangka yang dikawinkan dengan kaki-kaki masih milik KLX150 jadi copotan motor bawaannya masih tetap bisa diandalkan. Mulai dari shock depan dan lengan ayun serta monoshocknya komplit dengan bagian rodanya. Tentunya kaki-kaki KLX150 masih sangat mumpuni untuk beradventure ria.

Sedangkan untuk detail body yang dirujuk adalah model Kawasaki KS125 lansiran 1976. Tampilan motornya masih belum jangkung karena diera itu masih peralihan antara scrambler dan trail. “Era dimana pabrikan masih mengandalkan motor-motor sport untuk varian trail dengan mengganti kaki-kaki yang lebih jenjang,” lanjut Sandi.

Untuk kebutuhan tangki, cover body, dan joknya semua dilakukan dengan proses custom. Berpadadu dengan fender depan dan belakang model klasik yang produk aftermarket.

Nah, kalau sudah ganteng dengan tampilan trail bergaya retro classic buat mengaspal ataupun main tanah tentunya mebuat Farid Ridwan lebih percaya diri dengan motornya. Oh ya, jangan buru-buru digas dalam waktu dekat ini ya Om tunggu bedebah pandemic Covid 19 ini berlalu.

Teks: Oleb Foto: Barokah Djaya