KUSTOMFEST 2020 #UNRESTRICTED | Lebaran Kustom Penghujung Tahun

KUSTOMFEST 2020 #UNRESTRICTED | Lebaran Kustom Penghujung Tahun

Des 29, 2020

Di tengah-tengah kondisi yang serba “terbatas”, ternyata tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk menikmati karya-karya pada KUSTOMFEST 2020 #UNRESTRICTED di Jogja National Museum sejak 15 Desember 2020. Ratusan orang secara terbatas setiap harinya memasuki area penyelenggaraan yang dibagi dalam beberapa sesi.

Pengunjung diajak menjelajahi gelaran KUSTOMFEST tahun ini yang disajikan dalam konsep galeri/museum. Area-area display yang sudah ditata sedemikian artistik oleh Heri Pemad selaku Direktur Artistik  Kustomfest 2020, membuat pengunjung bisa menikmati karya dengan lebih khidmat. Pengunjung dengan leluasa dapat menghayati beragam pajangan kreasi seni dan mengabadikan berbagai momen tanpa terganggu ingar bingar keramaian..Hal tersebut merupakan  pengalaman baru untuk lebih dapat menikmati karya seni yang ditampilkan.

“KUSTOMFEST tahun ini apresiasinya lebih ditingkatkan tidak hanya sekadar kreasi otomotif biasa namun juga menjadi sebuah karya seni, yang bisa jadi collectible item . Tidak hanya itu, ada juga unsur edukasi yang bisa dipelajari dan dapat ditularkan kepada orang biasa sekalipun,” ujar Heri Pemad.. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak terpatok pada konsep tertentu, hanya membayangkan sebuah karya 3 dimensi selayaknya patung yang bisa dilihat secara 360 derajat.

Layout display pada KUSTOMFEST 2020 #UNRESTRICTED dijabarkan Heri Pemad, dirancang berdasarkan style atau konsep motor yang kemudian ditata dalam satu ruangan.. Hal ini bertujuan agar karya-karya motor ini lebih nyaman dipandang dengan fokus pada tata cahaya dan alur. “Melalui penataan yang sesuai runutnya dan selayaknya benda seni, maka detil-detil pada motor bisa ditangkap dengan bagus, baik secara visual langsung ataupun direkam melalui media kamera/foto,” paparnya.

Sebagai bagian dari upaya pemahaman karya serta edukasi kepada pengunjung, dalam penataannya ditambahkan properti atau materi-materi pendukung. Penjabaran sebuah wujud  berupa. narasi  berisi nama, konsep dan sejarah pembuatan serta video yang ditayangkan memperkuat karakternya sebagai hasil dari sebuah proses. Hal ini juga  agar menjadi bukti bahwa kreasi tersebut bukan sekadar karya seni pajangan namun bisa dikendarai selayaknya motor pada umumnya. “Tujuannya agar orang bisa mengoleksi sebagai sosok sebuah motor atau berupai barang seni,” paparnya.

menyampaikan secara lantang jika keterbatasan saat ini bukan berarti dilarang/berhenti berkarya namun mengajak setiap entitas kustom untuk terus berkarya. Dengan kondisi yang serba terbatas ini justru bagian sebagai sebuah langkah proses menuju level berikutnya sekaligus inspirasi karya mendatang. Setiap pengunjung bisa menjadi saksi sejarah yang tercatat dalam buku perjalanan KUSTOMFEST, bahwa Kustomfest pernah hadir di tahun yang penuh dengan segala keterbatasan dan hampir menjadi senjakala dari sebuah harapan.

Protokol kesehatan sesuai prosedur yang dicanangkan pemerintah tetap diterapkan secara ketat keppada seluruh pengunjung saat akan memasuki gerbang utama Jogja National Museum. Sebelum memasuki venue, setiap pengunjung diharuskan mencuci tangan yang dilanjutkan dengan pengukuran suhu tubuh. Setelah itu mereka harus menunjukan identitas, sedangkan yang berasal dari luar kota diwajibkan menunjukan hasil rapid test yang hasilnya negatif.. Selanjutnya, setiap pengunjung diharuskan melalui UV Gate System,, sebuah sistem untuk membunuh mikro organisme dan upaya sterilisasi. Pencegahan lainnya, di ruangan display juga dilakukan disinfeksi otomatis di setiap sesi kunjungan dengan menggunakan Pro Aircare.  Semua aktivitas di atas dilakukan dengan meminimalisir kontak bagian tubuh secara langsung.

Dukungan layanan perbankan digital QRIS BPD DIY dihadirkan untuk memberikan kemudahan seluruh proses transaksi pembayaran pada KUSTOMFEST 2020 #UNRESTRICTED. Pengunjung menajdi leluasa melakukan transaksi non tunai mulai baik untuk transaksi langsung ataupun via e-commerce. Bank BPD DIY berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang ekonomi kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui berbagai inovasi layanan keuangan diharapkan mampu menjadi solusi bagi pegiat kreatif untuk berkarya lebih baik lagi dimasa mendatang.

Teks : Belo Foto: Kustomfest