Madiun Custom Heroes 2019 “Saudara Selamanja”

Madiun Custom Heroes 2019 “Saudara Selamanja”

Nov 21, 2019 Event

Custom culture di Timur Jawa semakin solid dengan terus hidupnya event-event bernafas custom di masing-masing kotanya. Buktinya para pemuda yang tergabung dalam community hub di Madiun yang bisa menggelar Madiun Custom Heroes (MCH) untuk ketiga kalinya.

Komunitas ini pada awalnya digagas oleh Dhimas, Indra Adipatria, Tatag, Herlin, Kevin dan Pandu. Kini telah meluas dan menjadi super komunal yang banyak melibatkan ekonomi kreatif di dalamnya buat ikut andil di acara ini.

Tentu saja sebelum sebesar ini, MCH yang pertama kali digelar pada 2017 lalu hanya digelar sederhana di sebuah café dengan konten utama rolling thunder dan baksos.  Uniknya letak baksos ditujukan untuk para veteran perang di tanah air bertepatan dengan Hari Pahlawan.

“Kalau dari namanya sendiri, kenapa Madiun Custom Heroes itu karena pahlawannya itu sendiri itu ‘custom’. Maksudnya setiap bikers punya pahlawan versinya, di kehidupannya masing-masing. Sementara itu kita pilih para veretan karena jasa mereka dan kita ingin mengapresiasi. Tapi inti dari itu semua sih lebih untuk bersilaturahmi,” papar Adhimas Kencana Saputra, salah satu founder MCH. 

Di tahun ketiga ini, MCH mengusung tema “Saudara Selamanja” digelar 15-16 November 2019 di Sun City Mall Madiun. Para pemuda tersebut mencoba lebih mewadahi komunitas pecinta roda dua dengan konten-konten yang diusungnya.

Tahun ini MCH berkolaborasi dengan KODIM 0803 Madiun. Para polisi militer mengawal kegiatan rolling thunder dan memilih langsung para veteran dalam kegiatan bakti sosialnya. 

“Tema Saudara Selamanja ini lebih untuk mengajak semua kalangan yang berkecimpung di dunia custom culture buat bergerak bersama tanpa memandang suku, agama dan ras yang akhir-akhir ini menjadi polemik di Indonesia. Tentunya sih kita berharap ini bisa menjadi sarana untuk bersilaturahmi mempererat persatuan semua pecinta roda dua di Karesidenan Madiun serta untuk teman-teman yang datang dari luar kota juga,” imbuh Dhimas.

Kegiatan tak hanya diisi motoran dan bakti sosial. Mereka juga berkolaborasi dengan beberapa komunitas seni dan budaya, terdapat juga konten Battle & Exhibition, Collaboration & Community Hub, Marketplace, Rolling Thunder, Awarding Heroes, dan tentunya music performance sebagai salah satu bagian dari acara ini yang salah satunya diisi oleh band Seringai.

Sementara pada eksibisi motor, MCH, Burnout Solo dan Customland Surabaya kebagian memberikan pick untuk memilih motor terbaik versi mereka dari kategori Chopper, Bobber-Scrambler, Street Cub, dan Motor Jelek. Beberapa komunitas seperti Xasih Sajang, JBI, Black Hawk, dan Rolling Road juga meruapakan sebagian dari komunitas yang mensupport acara ini. Total 12 ribu pengunjung di dua hari gelaran tentu pun bukan jumlah yang sedikit.

“Pastinya sih kita sangat bersyukur bisa terus jalan sampai tahun ketiga ini. Terimakasih banyak buat kalian semua yang telah mensupport acara ini dan harapannya sih anak motor di Madiun semakin solid dan tahun depan MCH bisa lebih besar lagi,” tutup Dhimas.

Teks: Wildaf, Foto: Istimewa.