Meteor 350 By Supido Enjine

Meteor 350 By Supido Enjine

Apr 27, 2021 Custom Bike

Royal Enfield Meteor 350 dari pabrikannya terlahir memang sebagai tunggangan cruiser, begitu juga yang ditegaskan pada brosurnya jika motor ini nyaman buat riding tipis-tipis ataupun turing.

Tetapi kalo sudah di tangan desainer motoran ceritanya bakal berbeda. Seperti keisengan Toro Priant desainer motor dari Supido Enjine  yang menerima tantangan dari Gastank Magazine untuk mengubah tampilan motor yang beberapa waktu lalu diluncurkan.

“Royal Enfield memilih nama “Meteor” untuk motor ini adalah sebuah keputusan yang berani menurut Gue. Dengan cruiser style dan feature2 yang mereka usung sebut saja dia adalah sang penjelajah, menembus tanpa batas, semangat yang membakar, dan mampu melakukan terobosan terhadap sesuatu yang ada didepannya, dalam harfiah Gue,” buka Toro.

Ok kita bicara soal design, kenapa dan apa yang ada dibenaknya saat itu untuk meng kastem Meteor ini? Berbicara soal tampilan setiap owner atau personalnya pasti ingin memiliki perbedaan atau karakter dari setiap kendaraan tercintanya, ini yang menjadi tujuan utama Toro untuk melakukan perubahan design roda dua pada sang penjelajah satu ini. Tentunya sekaligus memberikan inspirasi kira-kira style seperti apa yang cocok untuk tren sekarang dengan karakteristik teritori negara kita ini.

“Sesuai namaya “swashbuckler” bisa diartikan “jagoan”, RE terkenal dengan mesinnya yang bandel dan tangguh untuk berbagai medan, dikaitkan dengan harfiah Meteor yang udah Gue jelasin tadi sesekali boleh dong kasih nama motor desain Gue dengan nada yang sedikit arogan, maksudnya biar gagah aje keliatan laki gitu,” celotehnya.

Jadi genre yang diusung untuk design kastem ini adalah Bobber Scrambler, tahun ini menurutnya masih bermain diseputaran itu meski banyak genre yang berdatangan kembali seperti lovely chopper mulai ramai lagi dan juga style lainnya.  Tapi Toro berusaha menegaskan bahwa sosok gagah dan kerennya sang penjelajah itu dengan karakter satu ini. Jadi berasa banget sebagai motor penjelajahnya yang siap hadapi segala medan offroad dan onroad.

Perubahan dibeberapa segment pun terjadi, seperti USD fork dan kaki-kaki depan, Baja style headlamp, tracker style handle bar, big emblem slim fueltank, agresive side body, scrambler muffler, long size swingarm dan kaki2 belakang, sampai detail seater dan rear fender, semuanya memiliki peran yang sangat penting.  “Tapi jangan khawatir main frame masih OEM hanya ada rubahan sedikit pada subframe nya saja.,” jelasnya.

Pemilihan warna rupanya juga menjadi hal yang menarik bagi Toro dengan memainkan kelair merah, hitam dan chrome yang langsung dijelaskan desainer asal Bandung ini.

Merah itu melambangkan keberanian “jagoan” dan ini sangat relate dengan meteor itu sendiri yang terbakar menyala ketika jalur jatuhnya ke atmosfer bumi yang menyebabkan panas yang dihasilkan oleh tekanan ram.

Kelir hitam masih berbicara soal meteorit yang mayoritas memiliki warna yang gelap dan sedikit variasi seperti hitam baja atau kebiruan, dan kondisinya sangat keras atau gigih serta kuat pada karakter ini.

Sedangkan Chrome, ini adalah sentuhan klasik dari karakter RE yang tidak boleh hilang. Selain memberikan kesan luxury, chrome ini memiliki kharisma yang khas untuk menghipnotis setiap orang yang memandangnya.

“Sedikit dari beberapa hal tersebut yang bisa Gue jelaskan buat para penikmat roda dua, entah kenapa awal liat motor ini gatel aje pengen nganu2 biar gimana gitu ... hehehehe, Mudah2an ini bisa menjadi inspirasi dan share yang menarik khususnya RE lovers,” tutupnya.

Teks: Belo Foto: Supido Enjine