Motor-Motor Trail Klasik Yang Masih Asik

Feb 09, 2018 Classic Bike
Di musim penghujan seperti saat ini nampaknya motor bergenre trail menjadi perhatian khusus bagi pengendara motor khususnya bagi mereka yang menginginkan motor custom bergaya trail atau tracker. Selain postur jangkungnya, ban berukuran besar serta gaya knalpot dengan posisi tinggi guna menerjang air yang menggenang juga menjadi sebuah penilaian tersendiri bagi penikmat motor custom. Motor trail sepertinya tak pernah mati bahkan belakangan motor penggaruk tanah ini kembali naik daun. Terbukti dengan adanya custom bergenre scrambler, tracker dan vintage enduro semua berkiblat pada sosok motor penggaruk tanah tersebut. Beberapa pabrikan dunia baik Jepang maupun Eropa pun terus melansir berbagai model motor trail tersebut hingga saat ini. Berikut beberapa motor lawas bergenre trail yang masih asik untuk diburu.   Suzuki TS 125 Suzuki-TS.jpg Motor yang pertama adalah Suzuki TS 125. TS 125 meruapakan satu dari 10 TS Series yang dikeluarkan. Motor yang memiliki warna khas Suzuki trail, kuning ini memiliki mesin berkapasitas 123 cc 2 stroke air-cooled. Fitur antara lain transmisi 5-speed, berat 97 kg, kapasitas bahan bakar 7 liter. TS 125 merupakan salah satu motor dual purpose saat itu yang popular saat ini banyak diburu oleh beberapa penggila trail lawas dan juga penggila motor custom. Beberapa part TS 125 seperti tangki bensin, jok dan suspensi menjadi incaran penggila custom di tanah air. Motor ini diproduksi tahun 1971 hingga 2007.   Yamaha DT 125 Yamaha-DT-1974.jpg Berikutnya adalah Yamaha DT 125. Diperkenalkan pertama kali pada 1974. Motor bermesin dua langkah 123cc menghasilkan tenaga 17.33 hp yang dipadukan dengan transmisi manual 6 percepatan. Menggunakan ban berukuran 21 inci di depan dan 18 di belakang. Di Indonesia motor ini popular karena kehadirannya dalam film “Roda-Roda Gila” yang dibintangi aktor senior Roy Marten saat itu. Diproduksi tahun 1974-2008. Dari sekian banyak model, DT 125 R keluaran tahun 1986 menjadi salah satu yang terfavorit kala itu sementara yang paling banyak diburu saat ini adalah Yamaha DT 125 E lansiran tahun 1980 yang memiliki performa mesin yang bandel dan tangguh. Hingga saat ini beberapa motor custom juga masih mengandalkan ban berdiameter besar di bagian depannya dibandingkan belakangnya mengikuti kaki-kaki Yamaha DT 125.   Honda CR 125 Elsinore Honda-CR125M-Elsinore.jpg Pabrikan asal Jepang dengan logo sayap, Honda, juga punya motor andalannya yaitu Honda CR 125 Elsinore. Motor keluaran tahun 1974 ini juga menjadi terpopuler di eranya. Dengan desain yang sangat konvensional dan kurus motor ini menjadi jawaranya saat itu. Motor ini diperkuat mesin kapasitas 123 cc single cylinder two stroke air cooler. Mesin ini dipadukan dengan transmisi 6 percepatan dan karburator Keihin berukuran 28 mm. Motor ini diklaim mampu menghasilkan tenaga sekitar 21.7hp di setiap 9,500rpm.   Kawasaki KE 125 Kawasaki-KE125.jpg Dengan menggunakan embel-embel Binter (Bintang Terang) sebagai distributornya kala itu Kawasaki KE 125 ini lebih dikenal dengan nama Binter Trail 125. Motor dual purpose ini menggendong mesin berkapasitas 124 cc dua langkah dengan bore x stroke 56 x 50.6 mm. Mesin ini memiliki tenaga 13 hp @ 7500 rom dan torsi 1.5 kgfm @ 6000 rom. Dilengkapi dengan ban berukuran 21 inci di depan dan 18 inci di belakang. Motor ini gampang dikenali karena menggunakan desain jok yang tebal menjadikan motor adventure ini memiliki kenyamanan tersendiri saat mengendarai di kontur jalan berlubang. Diproduksi antara 1981 dan 1982. Sebuah brosur era itu memasarkan KE 125 dangan tagline “Gagah Perkasa. Kuat luar biasa”.   Harley-Davidson harley-malaria.jpg Motor ini dilansir pertama kali oleh Harley-Davidson pada tahun 1975. Namun di kalangan pengguna, motor ini lebih dikenal dengan nama Harley-Davidson Malaria karena digunakan pemerintah Indonesia untuk pasukan khusus (dokter) untuk misi melawan penyakit malaria yang mewabah di tanah air pada era 1970-an.  Motor tersebut dikembangkan Amerika untuk melawan produk Jepang dan Eropa yang marak memakai mesin 2-tak silinder tunggal. SS250 dibekali dengan mesin berkapasitas 213cc pendingin udara dengan ukuran bore x stroke72,0 x 59,6 mm, mampu menyembur tenaga 20 dk. Pelengkapnya, tertanam transmisi 5-speed manual. Karakternya dirancang lincah, karena hanya berbobot 129 kg dan didukung ban berukuran 18 inci di depan dan 19 inci di belakang. Teks: Andhika | Foto: Mobilmotorlama, Suzukicycles, Classic-motorbikes, Motorcycleclassics, Motorcyclespecs.