‘Ontoseno’ - Custom Bike Representasi Jiwa dan Spirit Berani Berkorban

‘Ontoseno’ - Custom Bike Representasi Jiwa dan Spirit Berani Berkorban

Okt 04, 2019 Custom Bike

Setiap perhelatan Kustomfest, Lucky Draw yang bakal dihadirkan seringkali menjadi pertanyaan besar bagi publik maupun pegiat kustom. Kemunculannya selalu ditunggu di tiap tahun perhelatannya. Sosoknya yang seringkali misterius selalu menjadi bahan perbincangan baik di media sosial maupun elektronik.

Pada perhelatan ke-8 ini atau tepatnya Kustomfest 2019 - Back To The Roots, Lulut Wahyudi beserta Tim Retro Classic Cycles menghadirkan Lucky Draw yang dibuat berdasarkan inspirasi, pengalaman serta filosofi mendalam yang serta merta dilebur jadi satu dan dituangkan dalam wujud Lucky Draw tahun ini yang kemudian dinamakan "Ontoseno".

Ontoseno merupakan Satria Pandawa, putra Werkudoro (Bimo) yang mengorbankan dirinya untuk kemenangan dan kejayaan Pandawa di perang Baratayudha. Menurut Lulut, pengorbanan seperti yang dilakukan Ontoseno tersebut sudah sangat langka di jaman milenial ini.

"Pengorbanan yang dilakukan era sekarang ini kebanyakan disisipi kepentingan tertentu, bukan pengorbanan demi kebaikan bersama. Dan ini saya terapkan pada Ontoseno yang berwujud motor kustom yang menganut style Flat Race," ungkap Lulut saat press conference, Jumat, (4/10/19) di Yogyakarta. 

Syle Flat Track dipilih karena sesuai dengan program yang pertama kalinya dihadirkan di Kustomfest yakni Flat Track Race. “Ada konektivitas antara lucky draw dengan program perdana di Kustomfest tahun ini,” imbuhnya.

Frame Ontoseno diambil dari Triumph T140 Bonnevile 750, motor buatan inggris yang paling sukses di dunia. Kedigdayaan Motor ini begitu tenar di ajang balap dunia, apalagi saat itu Balap Production TT (Tourist Trophy) adalah balapan yang sangat prestisius, dan di Balap TT itulah nama Bonneville menjadi tenar.

Tidak salah kiranya Ontoseno mengusung tema Flat Track, karena masih ada DNA-DNA balap yang ada dalam Triumph T140 Bonnevile. Dapur pacu Ontoseno dipilih mesin Triumph T140 yang berkapasitas 750cc, agar beringas di lintasan sekaligus mampu melibas berbagai tantangan. Motif kotak-kotak pada sektor tangki bahan bakar merupakan cerminan visual dari sosok Ontoseno sesungguhnya yang menggunakan balutan bermotif kotak-kotak

Dari sekian banyak sosok menginspirasi yang berkorban demi kebaikan bersama, Lulut lebih memilih Ontoseno guna dijadikan inspirasi dan nama pada sosok Lucky Draw tahun ini.

“Di dunia pewayangan, sosok Ontoseno tidak se-populer Gatotkaca yang sudah punya nama besar. Meski tidak populer, namun Ontoseno berani mengambil keputusan atas dasar kecintaannya yang besar atas negara yang ia sayangi. Hal itu yang mendasari saya memilih sosok Ontoseno,” papar Lulut. Ia juga merasakan jika nilai-nilai budaya luhur seperti dulu sudah jarang terjadi di era milenial saat ini. Ontoseno merupakan representasi yang real tentang jiwa dan spirit berani berkorban demi negara dan orang-orang yang dicintainya.

Kehadiran Ontoseno diharapkan agar generasi muda tidak hanya menuntut dari sekelilingnya termasuk dari orang tua maupun negara. Tetapi apa yang bisa dilakukan, diperbuat dan dikorbankan bagi negara dan orang-orang di sekeliling kita yang senantiasa mensupport sekaligus membuat kita ada dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

“Jika hal dasar tadi tertanam dengan baik, dengan begitu orang tersebut akan masuk pada level berpikir yang seimbang. Tidak hanya menuntut, namun juga berpikir apa yang bisa diberikan dan dikorbankan. Berkorban yang dimaksud bukan berarti harus mengorbankan nyawa seperti Ontoseno, tapi berkorban dalam arti apa yang bisa diberikan setiap individu untuk semuanya demi kebaikan dan kesatuan terutama untuk negara yang kita cintai ini,” tutup Lulut.

Pengunjung berkesempatan mendapat motor custom ini melalui undian dengan bermodalkan tiket masuk seharga Rp 60 ribu. Undian akan dilakukan di akhir acara, Minggu (6 Oktober 2019). 

BUILT IN HELL BY RETRO CLASIC CYCLES

SPECS:

Frame : Triumph T140 Bonneville 750 (oil in frame)

Engine : Twin, four stroke 750cc

Ignition : Amal

Charging system : Amal

Carburator : Keihin PWK 28 Sudco – Dual Carb

Exhaust : : Kustom Exhaust by Retro Classic Cycles.

Transmission :5 Speed

Gas tank : Kustom by Retro Classic Cycles.

Front fender : Alloy Fender Kustom by Retro Classic Cycles

Rear fender : Alloy Fender Kustom by Retro Classic Cycles

Oil tank : Oil in Frame

Front suspension : Telescopic 36mm

Rear end : Absorber 335mm / 13,2’ eye to eye

Triple Tree : Kustom Made by Retro Classic Cycles

Handlebar : Classic dirt bike handle bar 7/8 inch

Hand control : Aftermarket

Foot control : Mid Control Position

Front wheel : 19 inch spoke

Front tires : 3.50 / 19’ spoke

Rear Wheel : 18 inch spoke

Rear Tires : 4.00 – 18’’

Front brake : Single disc / 2 piston calliper

Rear brake : Expanding brake

Head light : No Way – only for race.

Tail light : No Way – only for race

Battery : 12v – 8 ampere

Color : Kustom Painting “chillie Spicy Red”

Painter : Danny Hacka “Hacka Pinstriping”

Seat : Classic Ribbed

Teks: Wildaf, Foto: Istimewa.