OSBMX JAKARTA | Culinary Ride 2 Serbu Motocoffee

OSBMX JAKARTA | Culinary Ride 2 Serbu Motocoffee

Jul 15, 2020

Masa pandemic Covid-19 rupanya berkah buat bengkel sepeda dan tentunya produsen sepeda. Hampir semua tipe sepeda diserbu, seperti sepeda keinian model folding bike, MTB, sampai sepeda vintage macam Old Skool BMX (OSBMX).

Nah, bicara sepeda beberapa waktu lalu redaksi Gastank Magazine dan Coffee shop Gastank Motocoffee di sambangi para pecinta OSBMX. Mereka datang dari berbagai wilayah di Jakarta untuk melakukan kegitan rutin Culinary Ride yang dilakukan secara berkala setiap bulannya.

“Ini merupakan acara Culinary Ride ke-2 untuk support teman-teman yang punya usaha kuliner, sekaligus mengisi kegiatan kami dimasa kelonggaran PSBB, karena banyak teman-teman juga sudah jenuh dirumah,” ujar Abdul Latif sebagai founder komunitas OSBMX Jakarta yang berdiri pada 11 Desember 2013 lalu.

Pada Minggu, Pagi 12 Juli 2020 kemarin mereka sudah berkumpul di Wisma Subud di kawasan Jl. Fatmawati Jakarta, Selatan yng jadi tempat mereka untuk start goes bareng. Tujuannya ke  Gastank Motocoffee yang berlokasi di Jl. Karang Tengah Raya No:23 Lebak Lubus, Jakarta Selatan.

Sambil melihat keseruan teman-teman OSBMX Jakarta ngumpul, kesempatan bagi kami awak redaksi untuk belanja mata. Mengamati detail sepeda-sepeda BMX produksi 1980-1990-an hadir . Deretan  BMX buatan Amerika, Jepang, sampai Taiwan seperti GT Performer Mach One, Pro Series, Skyway streetbeat, Skyway Street Sceene, Hutch, Trickstar, Pro Raider, Raleigh Burner, Haro Grup One, Haro Master, Kuwahara, Orix, Oyama dan banyak lagi. “Kita enggak beda-bedain asal sepedanya yang penting bisa kumpul dan goes bareng,” lanjut Latief.

Romantisme BMX bagai remaja di era sebelum tahun 1990 memang sangat berkesan. Selain hoby extrim, bermain sepeda BMX saat itu dianggap sebagai status dalam pergaulan yang jadi mainan hampir seluruh lapisan masyarakat, karena didukung juga dengan kemunculan film-film petualangan dengan BMX.

Untuk mengenang masa-masa itu akhirnya tercetus komunitas-komunitas penggemar BMX vintage yang bernama Old School BMX (OSBMX) Jakarta.  Merupakan fun community yang menyediakan ruang bagi mereka pecinta BMX old school. Selain menyalurkan hobi dan olahraga secara bersamaan, OSBMX menghidupkan kembali masa-masa indah bersama BMX klasik.

Dari sejarahnya sendiri dimulai pada 1970-an di mana sebuah badan pengamanan untuk BMX didirikan di AS yang kemudian dianggap sebagai langkah awal balap BMX secara resmi. Pada 1981, Federasi BMX Internasional didirikan dan setahun kemudian kejuaraan dunia pertama diselenggarakan. Kemudian sejak Januari 1993, BMX terintegrasi sepenuhnya ke dalam Union Cycliste Internationale (UCI).

Salah satu momentnya adalah saat film E.T: The Extra-Terrestrial yang rilis pada tahun 1980-an, memicu tren baru dan melonjakkan produksi BMX. Bicycle motocross atau lebih popular sebagai BMX adalah sepeda off-road yang digunakan untuk balap kecepatan dan akrobatik yang popular di negara-negara Eropa, Amerika dan Australia. Peminatnya dari remaja hingga dewasa. Di Indonesia sendiri BMX menjadi olahraga yang popular. Pada Olimpiade Rio 2018 lalu Indonesia sampai mengirim atlet elitenya untuk berlomba di BMX SX.

Oh ya,  OSBMX bisa tampil dengan trik atau melakukan atraksi yang manarik. Meski bukan pemain freestyle profesional, mereka juga kerap berlatih trik BMX, seperti back lift dan berbagai gaya jumping, menggunakan berbagai jenis sepeda klasik seperti GT Performer Mach One, Skyway, Hutch, Haro, Raleigh Burner, Pro Raider dan banyak lagi. Maklum, komunitas ini memang sedang fokus pada pengembangan freestyle dengan tipe old-skool.

Teks: Belo, Foto: Herry Axl