Penyelenggaraan ke-17 UMS Otocontest 2018, Sarat Konten Edukasi

Penyelenggaraan ke-17 UMS Otocontest 2018, Sarat Konten Edukasi

Nov 26, 2018 Event

Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin (KMTM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) benar-benar serius menggarap UMS Otocontest 2018. Acara yang digelar Sabtu & Minggu, 24 - 25 November 2018 di GOR UMS Solo ini menjadi penyelenggaraan ke-17, dan bertepatan dengan HUT UMS Ke-60.

Perjalanan UMS Otocontest sejak tahun 2002 hingga 2018 selalu mengalami evolusi, dengan mengusung konsep yang berbeda tiap tahunnya. Kali ini, tema Creating The Heroes With Education diusung dengan misi edukasi. 

Tujuannya tak lain sebagai pembelajaran buat para kontestan maupun pengunjung. Misi edukasi ini juga diimplementasikan melalui beberapa kontennya antara lain; History of Indonesian Motorcycle, Creative Industri Motorshow, Kustom Paint, dan yang paling utama adalah Talkshow Edukatif dari para praktisi automotive tanah air.

UMS Otocontest 2018 mengusung banyak konten yang mengedepankan unsur dukasi. Seperti dijelaskan oleh Auliya Imam Maulana selaku Ketua Umum KMTM UMS,”tujuan kami adalah memberikan sebuah edukasi kepada masyarakat melalui konten yang menarik sehingga ada sesuatu hal yang didapatkan pengunjung ketika pulang dari UMS Otocontest 2018,” kata Auliya.

History of Indonesian Motorcycle menjadi ujung tombak dari seluruh rangkaian konten edukatif UMS Otocontest 2018, berupa sebuah cuplikan sejarah motor yang lahir di Indonesia. 

Konten ini langsung menarik perhatian yang ditempatkan setelah pintu masuk menuju arena kontes. Begitu pintu masuk, pengunjung langsung disuguhkn sedikit deskripsi motor pertama yang ada di Indonesia, yakni Hildebrand & Wolfmuller dari Jerman yang masuk ke tanah air tahun 1893 yang diimpor oleh John. C Potter. 

Secara berurutan, di sampingnya terjajar motor klasik mulai dari produksi tahun 1941 yaitu Ariel VH 500 Red Hunter yang pada jamannya juga merupakan kendaraan militer Perang Dunia 2 bersama BSA M21 Side Valve serta BSA BB31. Semakin ke ujung, berderet motor-motor pabrikan Jepang pertama di Indonesia sejak Orde Baru dari tahun 70-90-an. 

Sementara konten Creative Industri Motorshow, ada Bree Custom Solo yang menampilkan industry bodywork dari bahan fiberglass dengan style custom original yang menekankan pada sisi tampilan, Sorta Racing Body Work untuk ranah balap motor,  serta segmen retro klasik dari DM Work yang pamerkan produk aksesoris yang telah dijual massal. 

Untuk workshop Kustom Paint, Wawan Junx 69 ‘Nerakatau Inc’ dan Dani ‘Hacka Craft’ perform pada sebuah helm yang dijadikan bonus untuk The King of UMS Otocontest 2018. Tak ketinggalan, ada Yosafat Anggoro ‘Yoesbrushead’ dan  workshop painting dari Samurai Paint yang diramaikan oleh 19 painter.

Sebagai sajian edukasi utama adalah talkshow edukatif yang dibagi menjadi 2 session. Sesi pertama hadir dari +ADD Suspension yakni Dede Widya Purnama yang memaparkan semua tentang set up shock absorber, lalu disambung oleh Robby Ganie selaku Manager Riset & Development knalpot Pro Liner. Sesi akhir Talkshow dikemas dengan konsep Jagongan Builder, di mana Aan Fikriyan dari Kustomfest menjadi host dengan pembicara Hidayat Prio Wibowo dari Retro Syndicate, Agus Alphasierra, dan Hendra Pap N Mam. 

UMS Otocontest 2018 juga mengusung sub tema Appreciate All Genres, yang merupakan sebuah harapan agar dalam konteks kompetisi alias kontes modifikasinya mampu mewadahi semua genre modifikasi di Indonesia,” Imbuh Auliya. 

Ada 14 kelas modifikasi yang diperlomkbakan, yaitu Street Racing Local AD, Fashion Bolt On Open, Street Racing, Pure Thailook, Racing Thailook, Racing Style Open, Sticker/Decal, Airbrush Open, Retro Under 90’s Modify, Scooter/Vespa Retro Klasik, Choppy Cub/Street Cub, All Tracker/Scrambler/Caferacer, Chopper/Bobber/Boardtracker dan Free For All. Selain itu ada 40 The Best kategori yang disiapkan oleh panitia penyelenggara untuk mengapresiasi setiap detail dari sebuah modifikasi. “Ada 172 kontestan yang ikut berpartisipasi dalam event ini, pencapaian ini merupakan sebuah peningkatan signifikan dari gelaran UMS Otocontest tahun lalu,” imbuh Irham Baihaqqy, Ketua Panitia UMS Otocontest 2018.

Selain itu, panpel juga menggandeng lembaga amal Lazismu untuk charity dengan mengajak pengunjung dan kontestan ikut berdonasi untuk bencana alam di Indonesia yang diambil 10% dari tiketing dan registrasi. 

UMS Otocontest 2018 dimeriahkan dengan Riding komunitas, live music, servis gratis motor, donor darah, serta Bursa Motor Lawasan. Keren! 

Teks: Wildaf, Foto: Istimewa.