Perjalanan Honda Astrea di Indonesia

Mar 13, 2018 Classic Bike
22582254_358668517923432_679803144105466 Honda Astrea menjadi jagoannya motor bebek di era 90-an hingga awal tahun 2000. Dengan mesin yang bandel serta konsumsi bahan bakar yang super irit, membuat motor ini laris manis di pasar dan punya tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Keberadaannya di Tanah Air diawali tahun 1961 melalui Honda Super Cub dengan seri-serinya seperti C100 dan C 102, dan C50, C70, C90 di tahun 70-an. Era 80-an, muncullah seri-seri berikutnya seperti Astrea 700, Astrea 800, Astrea Star, Prima, kemudian barulah tahun 90-an Astrea Grand, Impressa dan Honda Legenda. Meski hanya bermesin 100 cc, namun Asrea banyak disukai lantaran kecepatan yang khas di kelasnya hingga pernah jadi motor sejuta umat. Sampai sekarang motor ini masih banyak diminati. Nih beberapa seri Astrea yang kini sedang kembali happening di kalangan pecinta bebek klasik.   Honda Astrea Star star.png Astrea Star hadir pada tahun 1985 sebagai pengganti Astrea 800. Honda Star sudah memakai CDI bukan lagi platina. Perbedaannya bisa dilihat dari headlamp yang berbentuk trapesium namun lebih ramping, lampu sein lebih slim dan simpel, sayap minimalis, dan stoplamp berbentuk ekor bebeknya yang ikonik.   Honda Astrea Prima   prima.jpg Setelah Star, di tahun 1988 muncul Astrea Prima 1988 dengan perubahan cukup besar. Mulai dari mesin 95 cc, transmisi 4-speed, serta shockbreker depan yang sudah teleskopik. Versi ini masih built-up dari Jepang. Yang mencengangkan, topspeednya bisa 120 km/jam. Varian ini juga sudah dibekali dengan elektrik starter menggunakan dynamo tambahan sehingga pengendara tidak lagi repot menghidupkan mesinnya. Astrea Prima menjadi motor bebek terbaik di kelasnya saat itu.   Honda Astrea Grand dan Impressa astrea-grand.png Di tahun 1991, Astrea Grand hadir dengan cukup banyak perubahan di sektor bodi. Gap antara Grand dan Prima memang cukup dekat sebab di era ini kompetitor sudah mulai ramai, seperti Yamaha Alfa dan Suzuki Crystal. Berbekal mesin yang tidak jauh berbeda dengan Prima, bodi Astrea Grand dibuat lebih slim dan aerodinamis. Beberapa bagian seperti headlamp dan stoplamp dibuat minimalis mengikuti lekuk bodi sehingga tidak terkesan kaku. impresssa.jpg Astrea Impressa Kemudian pada tahun 1994, Grand kembali diupdate dengan penambahan spoiler duck tail di bagian belakang beserta stoplamp. Motor ini juga cukup kencang dengan topspeed yang sama 120 km/jam. Pada tahun-tahun ini, penjualan bebek Honda makin meningkat tajam.   Honda Legenda legendaaa.jpg Astrea Legenda dan Legenda 2 hadir sebagai pengganti Honda Astrea Impressa. Perbedaannya hanya pada striping yang lebih trendy. Sayangnya kualitas mesin Legenda dianggap kurang dibanding seri-seri sebelumnya sehingga menyebabkan produksi seri Astrea harus berhenti di tahun 2004 dan digantikan dengan Supra Fit. Kini motor-motor jadul ini sedang kembali digandrungi para pecinta bebek klasik. Mulai dari motor hingga harga aksesorisnya juga ikut meningkat. Kalau loe gimana? Teks: Wildaf | Foto: Motokars, Pikguru, Ducksgarage.