Pilihan Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi

Pilihan Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi

Jun 29, 2020

Bahan bakar yang tepat menentukan performa dan kerja mesin jadi maksimal. Tidak hanya berlaku buat motor-motor yang keluar dari dealer, untuk motor yang sudah dicustom juga harus cermat dalam memilih bahan bakar.

Tak sedikit pemilik kendaraan bermotor yang masih bingung memilih bahan bakar. Mayoritas masyarakat otomotif cenderung memilih bahan bakar paling murah. Tetapi banyak yang belum paham, tidak semua spesifikasi mesin cocok dengan semua RON besin loh.

Ahli Migas, Prof. Tri Yuswidjajanto menjelaskan spesifikasi bahan bakar sudah diatur oleh badan bernama World Energy. Mobil dan motor di Indonesia mengikuti standar dunia yaitu Euro 3.

"Kita harus tahu bensin yang masuk kategori (Euro) 3 dan 4 minimal oktan yang digunakan adalah tidak ada yang dibawah RON 91," kata Prof Yus sapaan akrab Prof. Tri Yuswidjajanto dalam telewicara virtualnya  dalam acara NGOVI (Ngobrol Virtual) yang diselenggaran Otomotif Group Grid Network, Sabtu (27/6/2020).

Selanjutnya pilihan alternatif bahan bakarnya bisa gunakan RON 91, 92, 98 dan seterusnya. Namun Prof Yus memberikan catatan penting, saat ini mesin sudah mempunyai teknologi yang cukup canggih.

"Teknologi ini membuat sering perbandingan kompresi ini tidak bisa dikaitkan langsung dengan RON yang harus dipilih," terang Prof Yus.

Salah pemilihan dalam RON bensin bisa menyebabkan pembakaran buruk. Atinya ada pembakaran yang tidak sempurna akan berdampak pada emisi. "Emisi nantinya berdampak juga pada masyarakat, selain itu emisi akan berujung pada polusi udara," jelas Prof Yus.

Sementara untuk kendaraan roda dua, dalam acara yang sama, Technical Service Division PT Astra Honda Motor Endro Sutarno mengatakan penggunaan BBM sesuai rekomendasi pabrikan itu penting.

"Dalam pemilihan bahan bakar, konsumen harus memperhatikan anjuran pabrikan," kata Endro.

Bahan bakar yang dianjurkan pabrikan, telah tertera di Buku Pedoman Pemilik. Hal tersebut dapat membuat pemorma mesin tetap baik. Selain itu, juga dapat membuat komponen mesin menjadi lebih awet.

Menurut Endro, motor juga akan lebih irit bahan bakar dan emisi gas buangan sesuai dengan regulasi pemerintah. "Pabrikan motor sudah menghitung dan meriset oktan BBM yang mampu menghasilkan performa optimal untuk sepeda motornya," jelasnya.

Bila asal pilih bahan bakar  apalagi penggunaan oktan terlalu rendah pada kendaraan roda dua, akan berdampak buruk pada performa mesin kendaraan. "Bahan bakar terbakar lebih dulu sebelum adanya ignition, mesin menjadi lebih panas. Mesin yang panas akan merusak piston dan membuat ruang bakar menjadi terkikis," jelasnya.

Sebaliknya saat penggunaan nilai oktan lebih tinggi juga memiliki dampak. Pertama, bahan bakar tidak dapat terbakar dengan sempurna. Akibatnya akan timbul kerak-kerak karbon pada ruang bakar. "Performa mesin juha menjadi kurang maksimal dan emsisi yang dihasilkan terlalu tinggi," jelasnya.

Alhasil polusi dari gas buang sebetulnya imbas kesehatannya sangat besar, sebagai contoh Karsinogen yang bisa merusak organ. "Jadi selain kerusakan pada mesin, kerugian terbesar dalam kesalahan bensin yaitu kesehatan dan lingkungan akibat polusi," tutup Endro. 

Artikel:  Belo  Foto: Herry Axl