#RoadSafetyForBikeLovers - Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas Tinggi, Movement Keamanan Berkendara Terus Digaungkan

#RoadSafetyForBikeLovers - Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas Tinggi, Movement Keamanan Berkendara Terus Digaungkan

Apr 14, 2019 Event

Masih tingginya tingkat kecelakaan di jalan raya khususnya di kota besar seperti Jakarta, membuat movement keamanan berkendara terus digaungkan khususnya bagi para millenials. Dalam gelaran ke-15, program #DengarYangMuda (DYM) kali ini mengambil tema safety riding bertajuk #RoadSafetyForBikeLovers.

Acara ini digelar Minggu, (14/4/19) di Jakarta oleh Founder #DengarYangMuda (DYM) yang juga Staf Khusus Presiden RI, Diaz Hendropriyono bersama 300 bikers dari berbagai komunitas moge. 

“Melalui event ini, pemerintah berharap para bikers bisa turut menjadi agen perubahan dalam konteks membangun budaya berkendara yang menjunjung tinggi keselamatan,” kata Diaz yang berkendara menggunakan Vespa dari Kantor Staf Khusus Presiden di jalan Veteran III, Jakarta Pusat ke Jalan Gunawan, Jakarta Selatan.

Diakui kecelakaan di jalan raya per tahun mencapai 100.000 lebih dan 70 persennya adalah pengguna motor dari kalangan anak muda. Dari data, tercatat terjadi 73 kecelakaan dengan 3-4 orang per jam. karenanya saat ini kecelakaan sudah dikategorikan menjadi bencana yang bisa dicegah dengan memberikan informasi tepat sasaran bagi millenial agar lebih tertib di jalan dan berlalu lintas.

“Tentu kita sangat peduli karena kecelakaan ini menjadi ancaman khususnya millenial sebagai tulang punggung masa depan Indonesia. Dari datanya saja kecelakaan ini menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Event-event seperti ini kita adakan untuk meningkatkan kesadaran karena semuanya berawal dari diri sendiri. Peraturan sekeras-kerasnya pun tidak akan ada gunanya kalau kitanya tidak sadar. Jadi harus dimulai dari diri kita,” imbuh Diaz.

Mantan pembalap motor berbagai jenis sekaligus pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu yang menjadi salah satu pembicara menambahkan, “Untuk menekan angka kecelakaan itu, ya dimulai dari diri sendiri. Acara seperti ini untuk menyadarkan publik secara luas agar bikers mementingkan keselamatan dan etika berlalu lintas. Bukan hanay pemerintah, kita semua berkontribusi dalam hal safety riding ini, termasuk pengawasan keluarga seperti abang kita misalnya. Tapi yang terpenting bangun kesadaran itu dari diri kita sendiri dulu,” jelas Jusri yang masih aktif ikut balap motocross dan road race.

Acara #DengarYangMuda volume ke-15 ini juga dihadiri oleh beberapa komunitas di antaranya Motor Besar Club Indonesia (MBCI) dan The Lita’s Jakarta yang dibesut Ipoet Kusumonegoro, putri Indro ‘Warkop’ serta hadir juga Rudi Soedjono dari Flying Piston Garage. “Gue sharing aja soal safety riding dari sisi perempuan. Personally gue selalu mentaati peraturan-peraturan yang ada. Dengan gue selalu mentaati peraturan itu, means gue sudah melakukan safety ride dalam hal yang basic,” ungkap Ipoet.

Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Halim Pagarra, Direktur Regident Korlantas Polri, yang sempat hadir juga memberi sedikit tips buat safety riding. “Setiap berkendara, kita mesti ingat prinsip 3 Siap. Pertama, siap diri yang berarti harus sadar dan memiliki surat (kendaraan) yang lengkap. Kedua, siap kendaraan atau pastikan kendaraan layak jalan. Ketiga, siap mematuhi peraturan lalu lintas. Jangan melawan arus, merampas hak pejalan kaki, dan melakukan tindak melawan hukum lainnya,” jelasnya.

Diharapkan dengan event-event semacam ini, semua bikers di era millennial ini lebih sadar akan pentingnya safety riding demi keselamatan bersama.

Teks: Wildaf, Foto: Istimewa.