RUANG SEKETIKA: Kopi . Desain . Diskusi

RUANG SEKETIKA: Kopi . Desain . Diskusi

Apr 10, 2019 Hangout

Dari obrolan santai, berubah jadi diskusi, yang kemudian berkembang menjadi sebuah wacana dan jika diseriusi bisa menjadi projek nyata. Setidaknya hal itu menjadi salah satu tujuan organic dibuatnya sebuah tempat bernama Ruang Seketika, untuk mewadahi orang-orang yang ingin bersantai, berbincang sambil menyeruput segelas kopi.

Kafe yang baru buka sejak 9 Oktober 2018 lalu ini berada di satu area bernama A3 di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Ruang Seketika menjadi salah satu unit bisnis dari ONX Idea Studio. Memiliki latar belakang yang sama di bidang kreatif, tiga orang pendirinya, Onik, Alin dan Arya menyebut ini sebagai ‘ruang bermain’ mereka.

“Seperti namanya Seketika, tempat ini literally ‘seketika’ semuanya terjadi. Berawal dari saat ONX masih berada di Gudang Sarinah, ada satu space cukup besar yang menjadi tempat idola para penghuni untuk bersantai, berdiskusi dan menerima tamu. Di sana banyak wacana terjadi, dan kopi sebagai elemen penengah. Akhirnya kita jadikan ini semua. Menu kopi di sini baru ada 3. Makannya kita juga menyebutnya as a place serve coffee,” buka Onik, motor dari ONX Idea Studio. 

Bangunannya mengusung desain minimalis nan homey. Di area indoor terdapat bar-bar kecil, layaknya café-kafe di Jepang untuk customer berbincang. Sebuah kaca tembus pandang di dinding menjembatani antara kafe dengan sebuah ruangan yang kerap dijadikan tempat pameran atau workshop, sementara area outdoor diisi dengan kursi meja dengan suasana yang sangat santai.

Secara simple, mereka menamakan tiga menu utamanya dengan sebutan; Yang Ini (Espresso yang dipadukan dengan susu), Yang Itu (Espresso yang disajikan dengan lebih ringan) dan yang spesial menu racikan dari Alin, Seketika Bersama Nona (Espresso yang disajikan dingin dengan racikan khusus dari Nona).

Kesemua menu telah ‘lolos uji’ oleh ketiganya termasuk bahan, komposisi, rasa, hingga efek kopi yang biasa ditimbulkan.

Khusus untuk Seketika Bersama Nona, katanya ada tata cara minum khusus yang jika dilakukan dengan cara ini maka akan menghasilkan suatu rasa yang unik. “Kalau mau agak sedikit berbeda, minumnya pakai sedotan masukkan sampai ke bawah, lalu sambil ditarik perlahan sambil disedot bersamaan. Rasanya akan dimulai dari rasa pahit, milky, lalu di akhir ada sensasi manis dari kristal brown sugar yang tertinggal. Ini buat seseruan sih, kalau mau simple ya tinggal diaduk aja,” jelas Alin, ‘sang nona’ di Ruang Seketika. 

Berdampingan sebelahnya, ada Warpopski yang menyajikan menu-menu makanan berat dengan rasa rempah kuat. Seperti pemiliknya, The Popop, restaurant ini memiliki menu terinspirasi dari salah satu signature sang seniman, yaitu alpukat, digunakan sebagai salah satu bahan pada makanan dan minumannya. “Wah maaf, alpukatnya masih belum matang,” begitu kata salah satu chef saat kami berkunjung ke sana. Hahaha! Jadilah kami memesan menu idola lainnya, Nasi Rempah Lidah. Namun tunggu dulu. Menu ini benar-benar sesuai namanya, bumbu rempah ternyata cukup kuat baik pada rasa maupun aroma. Tak menyesal jadinya.

“Oh ya, jangan harap menemukan colokan atau wifi di sini. Kita sengaja meniadakan keduanya agar orang yang datang ke sini itu ngobrol sesuatu yang nantinya bisa jadi wacana, jadi projek beneran. Seperti konsepnya aja. Tapi nggak jarang hal itu juga sering terjadi secara organik,” imbuh Arya.

Ruang seketika buka dari Senin hingga Sabtu. Kalau beruntung, kalian akan bertemu dan dilayani langsung oleh sang Nona!

Ruang Seketika

Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6 A, Jakarta Selatan.

Monday - Friday   : 10 am - 10 pm

Saturday : 3 pm - 11 pm.

Teks: Wildaf, Foto: Herry Axl.