Sakral Day | Basudara Bakujaga X Kawanua Kustom Kulture

Sakral Day | Basudara Bakujaga X Kawanua Kustom Kulture

Mar 16, 2021

SAKRAL DAY yang diadakan pada 13-14 Maret 2021 kemarin semakin mempererat persaudaraan antara penggiat kastum kulture di Manado, Tomohon dan sekitarnya. SAKRAL DAY sendiri merupakan ritual tahunan BASUDARA BAKUJAGA MC yang diadakan setiap tanggal 13 di bulan 3 (Maret). 

Beberapa kali SAKRAL DAY jatuh pada hari kerja tapi ritual ini tetap dijalankan sesuai kesepakatan bersama. Uniknya, kegiatan tahun ini dilakukan bersama-sama dengan komunitas lain dengan tema Tour Minahasa Land.

Untuk tahun ini acara  digelar di Ketama Adventure Park - Touliang yang terletak di pegunungan Lembean, adalah kolaborasi dengan Kawanua Kustom Kulture. Acara selama dua hari ini diisi dengan kegiatan camping bersama yang dilanjutkan dengan Sunday Ride mengelilingi Danau Tondano serta bakti sosial di panti asuhan.

“Salah satu tujuan kegiatan ini adalah keinginan bersama untuk mengangkat wisata Danau Tondano sekaligus dibarengi dengan kegiatan berdonasi ke panti asuhan.” jelas Adrian dari Basudara Bakujaga,

Antusiasme penggiat kustom kulture yang ikut serta dalam event ini tetap terjaga sesuai protokol kesehatan di masa pandemi. Bahkan event ini didukung sekitar 20 event partner, didalamnya ada brand-brand lokal termasuk komunitas motor kustom-klasik dan vespa. “Support LUARBIASA dari teman club, dan komunitas lain sangat kami rasakan pada kegiatan kali ini,” lanjut Adrian.

Sastra ElsProject dari Kawanua Kustom Kulture sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Camping pada hari pertama sangat berkesan meskipun diguyur hujan. Begitu juga di hari kedua yaitu explore Minahasa semua teman-teman sangat menikmati perjalanan sampai di titik tujuan yaitu panti asuhan Mercyville Yetterang untuk berbagi rejeki dengan adik-adik kita yang kurang beruntung.”

Sastra juga menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini bisa mengangkat semangat teman-teman kastem di Sulawesi Utara untuk terus berkarya, sehingga scene kustom kulture bisa bertumbuh subur di bumi Nyiur Melambai.

Cliff, salah seorang pengunjung yang menyaksikan kegiatan ini menyebutkan bahwa acara yang dikreasi oleh teman-teman Basudara Bakujaga dan Kawanua Kustom Kulture membuktikan bahwa kreativitas tidak berhenti di tengah masa pandemi. “Kegiatan camping di Ketama ini juga mengangkat nama Minahasa sebagai penghasil spot wisata lokal yang tidak kalah dengan daerah-daerah lain di Indonesia.” demikian pungkasnya.

(Artikel kiriman: Kustomain - Foto Istimewa)