Sangkart & Artscooter | Wadahi Pecinta Seni Otomotif Makassar

Des 08, 2017 Goods
sankart-makassar-2.jpg Pada gelaran Suryanation Motorland Makassar beberapa waktu lalu, Sangkart menjadi salah satu pinstripper yang mengisi tenant artworker. Ajang Suryanation memang selalu mengundang artworker di kota setempat tiap kali eventnya berlangsung. Adalah Bahriadi atau lebih dikenal sebagai Adhi Stone seniman di balik Sangkart. Workshopnya sudah dimulai sejak awal 2015 lalu. Kesenangannya dengan motor-motor tua, membuat dirinya dipercaya sesama komunitas untuk menggarap beberapa parts motor mereka. Maklum, karena Adhie sendiri yang banyak bermain dengan komunitas di sekitar kota Makassar seperti JBI dan Vespa. Keahliannya dimulai dari lettering lalu ke pinstripe, untuk ditorehkan pada berbagai media. Ia biasa memoleskan catnya mulai dari parts yang menempel di body motor, helm, gergaji, kayu bekas, chasing, atau apapun yang bisa dicat. Baginya, tak ada barang yang tidak bisa dipercantik. sankart-makassar-3.jpg “Selain asik, membuat pinstripe ini juga melatih kesabaran. Karena aliran pinstripe itu kan khas-nya pada garis, ada yang lurus, melengkung horizontal. Dari situ tantangannya,” buka Adhie bercerita. Untuk jasanya, ia mematok harga mulai dari Rp 200 ribu – 1,5 juta tergantung dari desain dan kerumitan yang diinginkan. Workshopnya berlokasi di Jl Mesjid Raya No. 20, Villa Discovery, Makassar, juga menjadi home base bagi komunitas yang hingga kini aktif dikelolanya, yaitu Artscoter. sankart-makassar-5-300x200.jpg     sankart-makassar-6-300x200.jpg art-scooter-makassar-3-300x225.jpg      sankart-makassar-4-300x200.jpg Artscoter didirikan bersama teman-teman pecinta Vespa di Makassar sejak 2004 silam. Di dalamnya, berkumpul para seniman otomotif mulai dari builder, airbrush, kriya, lukis, perupa, pinstripe dan lettering yang semuanya pengguna Vespa. “Waktu awal kita bikin ini, karena kita sehobi. Kami suka Vespa dan kami suka seni. Makanna di sini orangnya macam-macam, ada yang bikin kerajinan, ada yang senengnya ngecat, yaudah kita jadikan komunitas buat menaungi karena di sini belum banyak yang seperti itu,” bebernya lagi. Semua member Artscoter adalah pengguna Vespa. Di Makassar, pengguna scooter terbilang cukup mendominasi. Bahkan bagi Adhie sendiri yang punya 6 motor di garasinya seperti Binter Merzi, Honda C70, C90 dan Honda CB, tetap memilih scooter sebagai motor favoritnya. “Lebih baik naik Vespa,” ungkapnya sambil nyengir. art-scooter-makassar-2.jpg Anggotanya kini sudah lebih dari 70 orang. Artscoter memiliki 3 workshop yang dijadikan sebagai base camp masing-masing bidang. Workshop pertama untuk kriya atau seni kerajinan tangan, kedua untuk para airbrusher, dan ke-3 untuk lettering dan pinstripe. “Home base-nya sendiri di Sankart, jadi di situ tempat ngumpul kita”. Agar tetap eksis, Artscooter terus aktif mengikuti berbagai event kesenian dan otomotif di Makassar. “Siapa pun silakan boleh gabung, tapi harus pakai Vespa yaa dan jaga silaturahmi dengan sesama pengguna motor,” pungkas Adhie. @artscotermakassar  @adhiestone Teks: Wildaf | Foto: John Resa, Istimewa.