Sejarah Singkat Triumph Motorcycles

Feb 01, 2018 Classic Bike
Merek Triumph terkenal sebagai sepeda motor asal Inggris. Menurut sejarahnya, merek motor ini pertama kali di produksi pada 1902. Beberapa pihak juga ada yang berpendapat kalau Triumph memulai bisnisnya sejak tahun 1885 namun masih berbentuk sparepart untuk kendaraan perang dunia saat itu. Menurut sejarah, sepeda motor pertamanya tercatat di tahun 1901 menggunakan mesin silinder tunggal 2.25 bhp, automatic inlet valve dimana, baterai atau coil ignition buatan Minerva Belgia. Mesin ini ditumpangkan pada rangka sepeda buatan engineer Maurice Johann Schulte. Motor tersebut juga pernah dicoba menggunakan mesin Fahnir dan JA Prestwich (JAP). TRIUMPH-CLASSIC.png Tiga tahun kemudian di tahun 1904, Triumph Motorcycles memperkenalkan sepeda motor dengan mesin buatan sendiri, yang di desain Schulte dan engineer Charles Hathaway. Sepeda motor bermesin side valve 300 cc dan bertenaga 3bhp itu mampu digeber dengan kecepatan 45-60 km/jam. Kemudian di tahun 1907, Mesin baru 450 cc bertenaga 3,5bhp mulai diperkenalkan dan tercatat ada lebih dari 1.000 unit Triumph mulai diproduksi. Untuk melancarkan pemasarannya, Triumph Motorcycles mulai menggandeng pembalap bernama Jack Marshall dan Freddie Hulbert yang mengendarai Triumph. Keduanya berhasil meraih podium ke-2 dan ke-3 pada balap motor pertama bernama TT Race. Satu tahun berlalu, pembalap Triumph Motorcycles ini akhirnya dinobatkan sebagai The Isle of Man pada 1908. Kesuksesan Jack Marshall terus di ikuti oleh pembalap lainnya yang menggunakan Triumph Motorcycles dan berhasil meraih posisi 3, 4, 5, 7 dan 10 saat itu. Inovasi dan desain terobosan yang dilahirkan Triumph Motorcycles, telah mencetak banyak ikon yang terus dikenang, seperti Triumph Bonneville dan Scrambler yang masih diproduksi sejak tahun 1959 hingga saat ini. Triumph Motorcycles semakin memantapkan diri sebagai produsen sepeda motor yang disegani. Salah satu inovasi penting lainnya adalah mesin 3 silinder Triple Engine (1965) yang lebih stabil, ringan dan bertenaga. TRIUMPH-CLASSIC.jpg Popularitas Triumph Motorcycles juga ditunjukkan dari bintang-bintang Hollywood yang memilih Triumph sebagai sepeda motor koleksinya seperti Steve McQueen dan Marlon Brando. Triumph Motorcycles juga mengisi film layar lebar sebagai properti, seperti Triumph Daytona 600 (Everything or Nothing, James Bond 2003). Triumph Motorcycles benar-benar telah menjelma sebagai “mainan para pria dewasa” dan menjadi produk gaya hidup. Pada 1983, Triumph Motorcycles Ltd di ambil alih oleh John Bloor, pengusaha Inggris ini ingin mempertahankan Triumph Motorcycles sebagai sepeda motor legendaris Inggris. Di tahun ini, filosofi For the Ride disematkan yang berarti enak dikendarai. Ada 3 elemen penting yang menjadikan Triumph Motorcycles sebagai sepeda motor yang enak dikendarai, yaitu penampilan yang elegan, desain konstruksi yang ergonomi dan kuat, serta performa mesin yang tak diragukan. Salah satu keunikan yang dirasakan pengguna Triumph Motorcycles, diantaranya adalah stabilitas. Pada kecepatan serendah 1-2km/jam, Triumph Motorcycles dapat terus dilaju tanpa pengguna harus menurunkan kaki. TRIUMPH-CLASSIC.jpeg Untuk mendukung filosofi For the Ride, Bloor mencurahkan perhatian yang tinggi pada desain dan produksinya. Bloor juga tercatat suskes mengembangkan 26 model—dari 6 model sebelumnya seperti,  model adventure, classic, cruiser, roadster, supersports dan touring. Kepopulerannya pun terus gemilang hingga tahun 2000-an dimana David Beckham yang menggunakan Triumph Scrambler dan digunakan riding bersama temannya  Anthony Mandler, David Gardner dan Derek White dalam film Into the Unknown tahun 2014 lalu. Teks: Andhika | Foto: Motorcyclespecs, Iedeiblog, Pinterest.