Siku-Siku Bambu Sepeda Bespoke Bermaterial Spesial

Siku-Siku Bambu Sepeda Bespoke Bermaterial Spesial

Nov 09, 2018 Boys Toys

Event Jakarta Custom Culture 2018 menjadi saksi peluncuran perdana sepeda Siku-Siku Bambu karya dari Siku-Siku Studio.

Sejak berdirinya pada tahun 2013, studio yang berbasis di Depok, Jawa Barat ini mengunggulkan karya desain dan belum menjual produknya untuk umum karena menunggu waktu yang tepat. Meski begitu, Siku-Siku Studio telah menghasilkan 4 model sepeda dari tipe roadbike, ontel, citybike dan sport.

c-sepeda%20siku%20siku%20bambu%20(4).JPG

Sepeda Siku-Siku Bambu merupakan sepeda yang menggunakan bahan bambu untuk material utamanya yaitu pada bagian frame, diperuntukkan sebagai sepeda hobby maupun daily. Owner Siku-Siku Bambu, Ainur Rofiq mengatakan, “Sejak berdiri 2013 kami sengaja belum mau jual karena masih prototipe. Baru akhirnya sekarang, dengan dorongan yang kuat akhirnya kami putuskan buat launching di JCC 2018,” ungkap Rofiq.

Pria yang lama berkecimpung di dunia kreatif ini menambahkan, riset dan pengembangan merupakan hal tersulit. Ia harus menggabungkan estetika, durabiliti, geometri dan lifestlye untuk menjadikan sebuah sepeda yang menarik.

“Ada pengertian yang berbeda di sini. Sepeda ini bukan bambu utuh kemudian dibuat jadi sepeda. Melainkan sepeda dari bahan dasar bambu. Kami gunakan proses laminasi, kemudian bambu olahan itu kami bentuk jadi sepeda,” katanya.

Beberapa riset yang dilakukan mulai dari penyesuaian bobot pengendara, bagaimana membuat sepeda yang nyaman, serta estetikanya. Sepeda Siku-Siku Bambu ini sudah melalui uji kelayakan untuk harian sejauh 150 kilometer dengan pengendara berbobot 65-80 kilogram. “Risetnya bukan cuma bambunya saja tapi juga sepedanya. Kami memikirkan bagaimana membuat sepeda yang nyaman, sebab bambu itu cuma salah satu keunggulan saja, tapi juga penting menjadikan sepeda ini enak dipakai,” jelasnya.

“Sebelum mulai proyek ini saya ke IPB. Saya cari tau apakah bisa bambu dibuat jadi sepeda. Saya terkejut ternyata susunan atom bambu itu mirip dengan serat karbon. Jadi dari logika sederhana itu saya tau bambu itu kuat. Bambu memiliki kekuatan sekaligus kelenturan yang bahkan tidak dimiliki oleh kayu. Bambu itu memiliki daya kenyal, sebelum dia patah, dia akan melengkung dulu karena dia punya serat yang seakan mengikat,” jelasnya.

c-sepeda%20siku%20siku%20bambu%20(7).JPG

Yang menarik, ada salah satu sepeda tipe terbarunya yaitu Semar, yang akan tampil premier di Eurobike Festival pada September 2019 mendatang di Friedrichshafen, Jerman. Untuk bisa menjadi salah satu peserta di ajang dunia tersebut, Rofiq telah mendaftar sejak tahun 2017 lalu.

“Struktur sepeda pada umumnya ada vertical dan horizontal. Untuk Semar ini, kita ambil satu lini saja, jadi tidak ada depan dan belakang. Sementara kita ambil sosok Semar, yang meski menunduk, namun dia tetap seorang leader. Saat ini sepeda masih kita sempurnakan untuk dikirim pada Desember mendatang,” sambungnya.

Saat ini, Siku-Siku Studio telah membuat sejumlah sepeda yang telah dipesan, dan dijual dalam bentuk frame, sepeda utuh maupun custom untuk customer yang menginginkan tambahan part lain melalui sistem preorder. Harga untuk framenya sendiri dibanderol Rp 25 juta, sedangkan untuk sepeda utuh, dijual seharga Rp 35 juta. @sikusikustudio

Teks: Wildaf, Foto: Hendra.