Solo Raya Vintage Trail | Vintage from Genetic

Solo Raya Vintage Trail | Vintage from Genetic

Apr 04, 2019 Gastank Family

 Solo Raya Vintage Trail (SVT), sebuah komunitas berisikan para pecinta motor garuk tanah beragam jenis. Seperti namanya, SRVT terlahir di Kota Solo. Komunitas ini dibentuk sejak akhir 2013 lalu oleh seorang dokter penggila vintage trail, dr. Nugrohoaji Dharmawan, Sp. KK, M.Kes. Awalnya komunitas ini diisi para pengguna motor trial. Hanya ada 8 orang saja saat itu, hingga semakin bertambahnya orang yang ingin bergabung dengan beragam motor sejenis, komunitas ini beralih nama menjadi Solo Raya Vintage Trail.

“SRVT ini awalnya menggunakan motor trial. Tapi ternyata lama kelamaan teman-teman dari sekitar Solo seperti Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Boyolali, Klaten pengen gabung. Motornya ada yang enduro, trail, orisinil, lebih luas lagi. Makannya kita jadikan satu bendera Solo Raya Vintage Trail,” jelas Nugrohoaji.

Ada sekitar 100 orang anggota SRVT dan 90 persennya menggunakan motor trail vintage keluaran tahun 70-80-an, yang mayoritas menggunakan Suzuki TS 100 dan Suzuki TS 125. Sisanya diisi oleh Honda XL, TL, GL Pro, Kawasaki KE, dan Yamaha DT.

“Ada yang spesial dari Suzuki TS ini. Zaman dulunya, motor ini adalah salah satu yang paling handal untuk trabas. Dia benar-benar motor buat dipakai kerja (trabas hutan). Di antara motor lain, Suzuki TS ini yang paling mumpuni, parts substitusinya pun masih banyak. Selain itu ini kan motor Ali Topan, dulu dipakai juga sama Rhoma Irama kan,” papar Nugrohoaji mengungkapkan kebanggaannya pada motor satu ini. Setidaknya, ada 10 motor Suzuki TS 100 dan 125 cc yang tersimpan di garasi rumahnya.

Diakuinya lagi, Solo menjadi kota yang memiliki populasi terbanyak pengguna motor ini. “Kita seakan menghidupkan kembali kajayaan motor ini. Hampir 100 persen pemakainya mendapatkannya dari barang rosok (rongsok), kadang dapat (segelondong mesin) masih dikarungin. Mayoritas ngebangun ulang dari nol. Kita ingin melestarikan Suzuki TS 100 itu”.

Pak Lasimin, menjadi andalan para member SVT untuk mempercayakan pembangunan body. Di bengkelya LSM Garage di Mojosongo, sekaligus menjadi basecamp kedua bagi komunitas yang diisi oleh para crosser dari usia 17 hingga 60 tahun tersebut.

RSVT juga aktif melakukan kegiatan trabas setiap minggunya. Sayangnya jadwal pemotretan kami kurang tepat sehingga tak semua bisa bergabung. Lucunya, saking antusiasnya mengikuti kegiatan ini, salah satu membernya bahkan menyempatkan untuk hadir persis sepulang jam ia kerja, masih lengkap menggunakan baju batik.

“Intinya, kita ingin melestarikan motor-motor trail tua ini. Karena yang kita pakai genetiknya asli motor tua, bukan motor baru ditua-tuakan. Motor ini pernah berjaya, dan sampai sekarang masih bisa dipakai dan masih keren! Tapi mau brand apapun silahkan bergabung. Walaupun motor kita tahun 80-an, masih berani balapan dengan motor build up!

Teks: Wildaf, Foto: Ardhy Kencana.