THROWBACK THURSDAY | BRASS BAGGER BIKERS STATION

THROWBACK THURSDAY | BRASS BAGGER BIKERS STATION

Feb 20, 2020

Artikel Throwback Thursday (TBT) kali ini kami tampilkan karya builder Bagi Ignatius ‘Bingky’ Hendra dari Bikers Station. Motor ini salah satu karya master piece yang sudah berusia 13 tahun. Meskipun sudah lebih dari 10 tahun digarap tetapi motor ini tetap memiliki aura yang memikat.

Nah, bagi Bingky menggarap motor custom itu bagaiankan sebuah karya seni. Butuh pemikiran dan ide-ide baru agar menghasilkan sebuah karya yang fresh dan tidak mengikuti arus. Seperti ketika menuangkan ide saat menggarap besutan custom dari basik mesin H-D S&S 96 ci mengandalkan bahan kuningan sebagai medianya.

Ubahan motor mengacu pada desain chopper dengan rake yang dibuat lebih

centang membuat dimesinya jadi lebih melar.  Istimewanya selain areal mesin dan springer depan  seluruh ubahan motor ini hampir seluruh pengerjaannya dilakukan secara hand made.

“Motor ini kita garap tahun 2007 lalu, saat itu mau bikin hasil karya yang berbeda.  Belum ada yang terpikir buat bahan natural selain finishing cat. Makanya gue pilih bahan kuningan sebagai material untuk seluruh bodinya,” bialang Bingky yang memberi label Brass Bagger pada besutan ini.

Untuk body sendiri memang seluruhnya full aluminium proses pembuatan body ini memang unik. Efek kuningan yang tidak rata seperti yang terlihat pada pada teksturnya,  sama dengan pengerjaan  pembuatan  gentong atau guci sebagai perlengkapan dapur yang saat ini mulai ditinggalkan. Begitu juga untuk proses penyambungan body andalkan las dengan bahan kuningan sebagai perekat.

Desain tangkinya dibuat mengikuti lekukan rangka depan depan dengan posisi tangki menjepit rangka depan macam motor roundtank.  Areal tangki ini terbagi dua ada lubang untuk bahan bakar dan penampung oli.

Untuk buritan tetap dipasang spatbor belakang, Cuma diseainnya seolah dibuat menjadi satu dengan cover bagian kanan dan kiri yang modelnya didesain maltiscross. “Box kanan dan kiri juga berfungsi sebagai ruang bagasi,” jelas Bingky.

Rangka didesain hard tail dengan areal joknya dibuat drop seat, posisi jok seangle seat modelnya menggantung pada rangka tengah dengan mengandalkan dudukan dari pelat besi. Desainnya macam konstruksi suspensi becak.

Untuk dukung tampilan oldskol,  rangka rigid bersanding dengan fork springer  racikan produk after market  Mondo USA.  Nah, buat batang setang tampilan dibungkus dengan anyaman dari bahan rotan.  

Areal kaki depan dipercaya lingkar roda ring 21 inchi yang andalkan ban Metzeler 21/100. Untuk roda belakang pakai pelek ring 18 inchi dengan dimensi super lebar  yaitu 11 inchi langsung  dibungkus  ban Metzeler. 

Penulis: Oleb Foto: Herry Axl