Vlavac Industry | Dari Bisnis Hingga Menjadi Wadah Kreatif Anak Malang

Okt 24, 2017 Goods
Vlavac-002-1-of-1-1024x683.jpg Media untuk menyalurkan kreativitas cukup beragam, hingga akhirnya menjadi suatu produk, berupa 2 dimensional atau 3 dimensi. Kali ini Gastank bertandang ke Vlavac Factory, local custom di Malang. Vlavac Industry ini fokus dengan media kayu yang biasanya dipercaya membuat trophy untuk event-event custom scene, seperti Charles Bronson Vintage Riders, acara tahunan di kota Malang. Vlavac Industry berdiri di awal tahun 2016 yang dimotori oleh Aldian Pratama dan Meidi Angga. Berkat ketekunannya, Vlavac berkembang cukup pesat yang akhirnya menjadi sebuah bisnis. Tak hanya barang-barang dekorasi, Vlavac merambah dunia desain dan aplikasi, seperti interior dan meuble, bisa rumah, café, maupun booth yang biasa ditemui di mall-mall. Vlavac-001-1-of-1-1024x683.jpg Vlavac-003-1-of-1-1024x683.jpg Aldian Pratama sendiri merupakan mahasiswa entrepreneur & marketing lulusan Curtin Australia, dan Meidi Angga sarjana ekonomi dari Universitas Brawijaya. Hobinya memang bisnis, gejala ini sudah dirasakan Aldian sejak SD. “Waktu itu saya suka beli mainan di depan sekolah, terus saya jual lagi di tempat kursus. Proses jual beli seperti ini saya lakukan sampai SMA,” jelas Aldi yang juga hobi motor. Dalam kehidupan perkuliahan, dirinya juga sempat berbisnis seperti jual Batagor, waiters di sebuah restoran, food delivery, sampai melakoni jasa cleaning service. Rupanya Aldi sengaja menempa kemapuannya, sampai pilihannya bergelut di dunia ekonomi kreatif, khususnya dengan media kayu. “Buat saya kayu bukan bisnis konvesional, media kayu bisa dieksplor sehingga bukan saja businness to customer, melainkan businness to business,” ujar Aldi. Vlavac-004-1-of-1-1024x683.jpg Bahan baku yang dipilh Vlavac adalah kayu mahoni, jati belanda, dan sono keling yang dipadu dengan hand drawing, atau printing untuk dekorasi dan besi untuk aplikasi meble. Sedang bahan-bahan yang dihindari adalah kayu serbuk dan plastik. Hasil dari karyanya cukup baik hingga Vlavac kebanjiran order hingga lebaran nanti. Untuk memanage usahanya Vlavac membagi beberapa divisi, seperti office, workshop dan creative. Menariknya divisi seni atau creative terbuka untuk semua orang yang ingin bergabung. Ide ini timbul untuk mewadahi generasi kreatif di Malang. Saat ini ada 4 orang tergabung di dalamnya, dan Choirul Fadh sebagai pengurusnya. “Sebenarnya kita semua sama-sama belajar. Kami juga bisa saling membantu, karena setiap anak memiliki kemapuan yang menonjol. Seperti saya lebih kepada hand painting, seperti pinstripe, sedang teman yang lain ada yang jago gambar ilustrasi, dan lettering. Di Vlavac kami juga membuka kemungkinan mengerjakan pinstripe untuk motor, kalau sibuk kami juga bisa bagi-bagi tugas,” jelas Irul sapaan akrabnya. Vlavac-006-1-of-1-200x300.jpg     Vlavac-005-1-of-1-200x300.jpg Wadah kreatif di Vlavac juga menjembatani hubungan desainer dengan klien. Seperti bagaimana cara berkomunikasi dengan klien, bagaimana cara mencapai goal sebuah project. “Ada beberapa teman memang jago dalam mendesain, namun beberapa mengalami kendala komunikasi. Jadi tugas kami menjembatani, dan tidak menutup kemungkinan kami juga membuat deal dengan klien. Kami sangat menyayangkan, ada beberapa teman yang sudah berupaya mengerjakan desain pesanan klien, kadang sampai 4 atau 5 kali revisi namun akhirnya klien tidak membayar jasanya. Hal sepertii ini yang mendorong saya untuk membentuk divisi creative, agar ada standar sehingga klien tidak seenaknya,” tutup Aldi. Vlavac-007-1-of-1-1024x683.jpg So guys, buat loe yang memang punya ide kreatif dan mampu berkerja sama bersama tim. Tidak perlu sungkan-sungkan bergabung atau sekedar diskusi dengan Vlavac Industri. Studio sekaligus officenya berada di jalan Mojokerto No. 8 Malang, siapa tahu kalian punya visi dan misi yang sama? Teks & foto : Uky Basuki.