W175TR 2020 | GREEN  FOR THE HERO

W175TR 2020 | GREEN FOR THE HERO

Sep 15, 2020 Custom Bike

Keberadaan Kawasaki W175TR sejak diluncurkan memang tidak seheboh varian sebelumnya, model classic dan caffe racer. Varian ini lahir dengan stye tracker yang kebutuhannya memang dapat melibas lintasan aspal dengan kaki-kaki dibuat lebih jangkung dan body yang ramping.

Ditangan Ritto Joeliando builder muda dari garage Knuckle Whack Job di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatannya tampilannya dibuat layaknya besutan Flat Track untuk melibas trek oval.

“Saat mengerjakan motor ini untuk desain awal gue kolaborasi sama Toro Priant designer motor custom dari Supido Engine. Tukar pikiran mengenai desain sampai detailnya. Jadi benar-benar tuntas di awal,” ujar Ottir sapaan akrab Ritto.

Jadi menurut Ottir jika desain motor dari awal sudah ‘aman’ jadi enggak ada lagi cerita berkembang desainnya saat proses pembuatan motor. Seperti motor W175TR model Flat Tracker yang merupakan milik Kawasaki Motor Indonesia ini. 

“Waktu itu kami diberikan kesempatan bekerjasama oleh pihak Kawasaki Motor Indonesia untuk custom motor tersebut dengan fungsi sebagai show case product, sangat menarik karena posisinya motor baru saja pre-launch sebagai produk teranyar mereka,” cerita Toro sebagai desainernya.

Kode TR pada seri ini menjelaskan genrenya yakni Tracker, think of thougness in various terrains. Menjadi awalan yang sangat menggoda untuk penggalian sebuah ide kastem.

“Sebut saja ini projek pertama kolaborasi gwa bareng builder sekelas mereka, yang mana sebelumnya Gue nggak punya track record atau di kenal sama sekali di skena perkalceran motor kastem nasional,” lanjut Toro.

Untuk  proses design cukup berjalan cepat kurang lebih memakan waktu 2-3minggu buat mematangkan konsep dan designnya. Ottir dan Toro saling share satu sama lain mengenai detailnya.

Bicara soal design, ada beberapa Identitas dari W175TR ini yang tidak boleh berubah sesuai mandatory Kawasaki, adalah bagian tangki bahan bakar salah satunya yang harus tetap di pertahankan bentuk keasliannya agar identitasnya tidak hilang. Kemudian balutan body sampai tail ini diberikan sentuhan retro modern dengan tidak meninggalkan konsep intinya yakni FTR.

Airscope in tail yang menjadi ciri khas dari motor ini. Toro  melihat kebanyakan motor bergenre FTR ini selalu mempunyai bentuk dan garisan yang cenderung kaku dengan garis yang tegas sedikit mengotak tetapi memiliki edging yang rounded dan smooth, tetapi jarang memiliki lekukan yang ekstrim.

“Nah dari sini lah hadir ide jail Gue untuk sedikit bermain pada part tersebut, karena Gue yakin blom ada orang yang pake khususnya untuk motor jenis ini. Dengan 3 stripe airscope ini memberikan warna yang berbeda dari FTR lainnya dan juga untuk mengimbanginya ditambah  3 stripe ventilator pada side body “plate number” yang asimetris, karena pada bagian kanan terdapat housing untuk end muffler yang kita tarik ke bagian atas layaknya motocross,” urainya.

Banyak juga part lain yang berubah dari mulai fork dan swing arm yang lebih panjang dari aslinya.  “Karena kami berfikir motor ini harus memiliki proporsi yang bagus, baik saat di parkir atau dikendarai, terlebih lagi saat bermanufer di lintasan yang bertanah, long travel should be better untuk meredam hentakan ridernya,” timpal Ottir yang mengandalkan lengan ayun copotan dari Yamaha Vixion.

Oh iya, setiap detail ubahan motor ini sangat diperhatikan mengingat race bike style, maksudkan disini adalah build quality harus sangat terjamin baik dalam pemilihan material ataupun padu padan part-part lainnya.

Green for the Hero, jelas melekat erat pada Kawasaki sebagai Identitasnya, mereka  sempat mencoba beberapa pilihan warna sebagai perbandingan, but they know what they choose and they clearly understood.  “Gue setuju karena mereka sangat bijak dalam menentukan pilihannya sebagai sang Owner yang paham akan identitas yang dimilikinya,” tutup Toro. 

Teks: Oleb  Foto: Axl