Axial Garage: Scrambler Playground

Axial Garage: Scrambler Playground

Mei 17, 2019 Garage Visit

Bengkel sejatinya adalah tempat perawatan, perbaikan, atau modifikasi kendaraan. Banyak juga builder yang menggunakan garasinya untuk mengerjakan hal tersebut. Contohnya Axial Garage.

Bengkel yang banyak membangun motor-motor scrambler ini berlokasi di Jalan Tanah Seratus No.7, di daerah Ciledug, Tangerang. Galih sebagai motornya, mempersilahkan kami untuk datang dan melihat-lihat langsung garagenya yang asri. Pekarangan rumah yang cukup luas dengan banyak pepohonan, secara tak sengaja berubah menjadi tempat untuk mengerjakan motor-motor miliknya maupun customer.

“Axial itu kalau dibilang bengkel nggak juga, garasi lah ya. Ini awalnya rumah orang tua gue dan gue nggak mau ngerubah konsep rumah itu sendiri. Jadi ‘bengkel’ ini juga kebetulan. Gue sendiri memang main motor dan nerima teman-teman buat kastem. Dan sebenarnya ini umum untuk semua motor kok,” jelas Galih.  

“Awal mula Axial itu pada 2008-2009-an di Jogja. Saat itu gue jadi ‘pickers’, menjual barang-barang motor bekas, dicustom lalu dijual lagi berkembang sampai sekarang. Gue balik ke Jakarta pada 2010 dan bisa dibilang, Axial adalah representasi gue,” lanjutnya.

“Dulu gue sering nyebut ini sebagai galeri. Siapapun yang pengen majang foto atau karya di sini silahkan. Karena beberapa teman desain ngantor di sini. Jadi ini bukan mutlak bengkel ‘serius’. Ini area bermain lah,” lanjut Galih.

“Kata Axial gue ambil dari titik aksial. Kebetulan background gue lingkungan hidup. Jadi konsepnya terbuka, mau jadi apa pun dan dari mana saja pun bisa. Seperti aksial itu sendiri”.

Galih punya ketertarikan sendiri pada scrambler. “Ketertarikan gue sama scrambler? Kebetulan karena dulu kan gue basiknya pickers. Gue nyari, ngegali, ngebongkar rumah buat dapetin barang apapun di dalamnya. Rasanya ngeliat platina, benda-benda yang rusty tuh, itu seperti keindahan dari sisi yang berbeda. Roots kaya itu yang ngebangun gue suka sama scrambler. Dan memang scrambler itu kan penjelajah, attitudenya ada, secara historical juga ada”, imbuh member aktif Vintage Enduro Jakarta Raya ini.

Oiya, builder ini juga kerap membawa hashtag Cheap Bike for Sunday di banyak postingannya. “Itu kaya movement gue sih. Maksudnya, kalau loe pengen jalan bareng ya nggak harus pakai motor ‘mahal’. Motor jelek pun bisa keren. Nggak perlu bagus, asal cakep. Mau harinya apa aja nggak harus pakai yang the best. Loe bisa create sesuai diri loe”.

Galih kerap kali menabrakkan style motor dari peruntukannya. “Setiap orang mungkin ada klimaksnya dalam menikmati sesuatu. Kaya gue yang bisa menikmati dirtbike saat pakai dirtbike. Yaudah, setelahnya loe bisa pakai motor yang lain. Itu sebuah kepuasan aja sih menurut gue. Tapi memang setiap motor yang gue tabrakin, secara nggak langsung basik rootsnya ada dan bisa. Misalkan main dirtbike pake cruiser, kenapa bisa karena secara basik frame bisa dibuat sama tapi ergonomi yang berbeda,” imbuhnya.

Axial Garage bukan hanya tempat untuk ngekastem motor, tapi juga sebagai bengkel secara umum. “Range harganya beda-beda. Kalau ada projek buat ngerjain motor dengan waktu 3 hari juga kita bisa. Gimana dealnya aja. Hehe,” pungkas penggemar Cub series ini.

Teks: Wildaf, Foto: Herry Axl.