BBQ Ride 2017 I Tampilkan Kian Maraknya Custom Culture Tanah Air
Ajang custom culture Bandung bertajuk BBQ Ride kembali diselenggarakan. Gelaran yang menghadirkan deretan motor kustom berkapasitas mesin kecil dan besar ini dihelat pada Sabtu, (8/4) di Gudang Persediaan PT KAI Jalan Sukabumi, Bandung. Kerja keras tim BBQ Ride 2017 dalam menyebarkan undangan ke komunitas-komunitas dan local crafters di berbagai kota dengan cara riding dari kota Bandung hingga Bali ini pun berbuah manis.
Acara ini terselenggara berkat Chandra Perdana Murti dari Pickers Store selaku penggagas, M. Ari Jauhari, Eggy Pratama, Pampam, Septiaji Susetyo, Prio Adhitya, dan Dawan sebagai perwakilan BBQ Ride yang melakukan perjalanan selama kurang lebih 10 hari atau H-10 sebelum BBQ Ride 2017 berlangsung.
Chandra beserta braders dari Tim BBQ Ride lainnya menghampiri secara langsung para tamu ke kampung halamannya masing-masing dan membagikan undangan untuk memberikan effort lebih kepada para undangan. Riding ini juga merupakan movement baru, yang semakin memperkuat ikatan persaudaraan antar sesama pecinta kustom.
Sejak pagi, pengunjung sudah memadati areal yang kini layoutnya dibuat lebih luas. “Sejak subuh kita sampai lokasi bersama 8 motor riding dari Jakarata,” bilang Maskel, builder dari Coba-Coba Custom Motorsaikel yang menghadiri acara ini.
Kali ini banyak yang memanfaatkan moment BBQ Ride untuk riding bareng dari kota masing-masing. Selain dari Bandung dan Jakarta, mereka juga datang dari berbagai kota seperti Jogja, Cirebon, Surabaya, Bali, dan lainnya. Bikers Jakarta jumlahnya paling banyak, diantaranya rombongan dari Cafe Racer Indonesia, Swengskoy dan masih banyak lagi. Sedangkan beberapa APM motor juga memanfaatkan moment ini untuk riding seperti dari Triumph Jakarta dan Royal Enfield Indonesia.
“BBQ Ride merupakan event tahunan, sebuah ajang eksebisi yang mengusung scene custom termasuk sub culture pendukung sekaligus untuk mempererat tali silahturahmi sesama pencintanya,” jelas Chandra.
Penyelenggaraan tahun ini termasuk spesial karena dihadiri langsung oleh Shige Suganuma, founder Mooneyes Jepang yang juga membuka booth pada ajang kali ini.
“Ini kesempatan saya melihat langsung maraknya scene custom di Indonesia. Kalau event di Jogja (Kustomfest) lebih memperlihatkan dari sisi custom, di sini saya melihat secara keseluruhan budaya custom culture di Indonesia,” jelas pria berkaca mata ini.
Untuk art exhibition tahun ini, 16 pinstripe local artist melakukan live demo yang unjuk kebolehannya pada media monkey mannequin. Hasil karya ini selanjutnya dipajang dan dilelang kepada pengunjung, dan hasil lelang kemudian digunakan untuk charity.
Sedangkan arena display motor dan mobil custom dipusatkan pada areal hanggar tua yang memuat puluhan mobil dan motor dari berbagai genre custom membuat membuat pengunjung leluasa mengamati detail ubahannya.
Lokasi yang ideal juga membuat pengunjung betah berlama-lama berada di lokasi acara. Ini lantaran areal jalur masuk motor dan pengunjung berjalan kaki dibuat terpisah karena areal yang cukup luas, sehingga terasa lebih nyaman apalagi sudah dilengkapi deretan kursi taman yang sudah disediakan untuk ngobrol santai.
Teks: Wildaf, Andhika Foto: Herry Axl, Jordan Haikal, John Resa











Leave a Comment