Chevrolet C10 1969, Tak Sampai Ejakulasi Dini

Memiliki sebuah truck lawas buatan Amerika sudah jadi keinginan Donny Ariyanto jauh sebelum banting setir dari pekerja kantoran lantas menjadi seorang builder. Saat itu Donny hanya bisa menikmati detail tongkrongan truck pick up itu lewat foto dari berselancar didunia maya dan mengamati videonya di YouTube.

“Wah.. kalau liat sosok truck Amerika lawas itu rasanya udah kayak mau ejakulasi aja, desainnya keren-keren seperti produk lawas pabrikan Ford, Dodge , dan Chevrolet yang sialnya mobilnya udah jarang banget beredar di jalan,” urai builder Studio Motor yang workshopnya kita bertempat di bilangan Sektor 5, Bintaro, Tangerang Selatan.

Setelah fokus menjadi builder hasratnya ingin memiliki tunggangan light truck makin menggebu dan proses perburuan mulai berjalan. Beberapa kolega dikontak bila ada info keberadaan truck buatan Amerika yang mau dilepas. “Biar lengkap aja ada motor custom dan mobil vintage, apalagi bengkel Studio Motor sekarang buka divisi baru yang menangani mobil vintage dan hotrod,” urai Donny.

 

Ternyata kabar menggembirakan datang dari Bro Didiet. Dia menawarkan kepada kami satu unit Chevrolet C10, atau lebih akrab disebut Chevy C10 lansiran tahun 1969 miliknya. Kondisinya juga cukup istimewa karena doi baru saja kelar ngemabun mobil ini. Apalagi nilai plus sudah terkena sentuhan custom ala hot rod truck yang disukai oleh Donny.

Meskipun kondisinya sudah custom namun tidak lantas membuat Donny puas, tangannya sudah gatel untuk ubah beberapa detailnya sesuai dengan selera builder ramah ini. Langsung proses menggarap tampilan Chevy C10 ini dimulai dengan memperbaiki dan mengganti beberapa bagian parts di sektor kaki-kaki, tahapan ini penting untuk memastikan nantinya pickup besar ini dapat melaju mulus tanpa terdengar bunyi-bunyi aneh diareal kaki-kakinya.

Untuk mesin nyaris tanpa perbaikan karena pemilik terdahulu sudah mengganti dan merestorasi seluruh bagian dapur pacunya. Nah, untuk ngejar tongkrongan truk merayap ke aspal melalui tehnik body drop dengan menurunkan ketinggian bodi agar lebih ceper. Dengan cara mencoak sasis bagian belakang agar suspensi belakang memiliki toleransi yang cukup untuk jarak rebound-nya.

Untuk lingkar rodanya sendiri dipilih pelek yang berdiameter lumayan besar, keluaran American Racing Wheels 20X8.50 Inch pada keempat rodanya. Lantas dipadukandengan ban Toyo Proxes 255/35 ZR20 untuk areal depan dan 275/35 ZR20 untuk buritan.

Kelar setting ketinggian kaki-kaki kemudian masuk tahap pengecatan dipilih paduan two tone antara Lime Green dan Classic White biar tampilan lebih segar. Untuk base coat-nya andalkan produk Auto Bright dengan finishing lapisan pernis lansiran Dupont.

Sektor interior juga tentunya ikut diremajakan biar saat diajak berkendara areal kabin jadi lebih nyaman. Muai dari pengerjaa proses retrim ulang untuk jok dan door trim dengan warna Tein Brown keluaran Leatherluff. Lantas arel dasboard dilngkapi dengan fungsi kontrol untuk memantau penunjuk kecepatan, temperatur suhu mesin, penujuk bensin serta indikator oli dan juga fungsi pengisian aki dipercayakan pada indicator gauge labelan VDO.

 

Penulis: Belo, Fotografer: Endro Suryono

 

Attachment

IMG_1266 IMG_1172 IMG_1369edit IMG_1084 IMG_1059 IMG_1077 IMG_1045 IMG_1330edit

Leave a Comment