Distinguished Gentleman’s Ride 2017 Solo | Ratusan Gentlemen Bercharity Sekaligus Promosikan Wisata Kota Solo
Penyelenggaraan The Distinguished Gentleman’s Ride (DGR) 2017 digelar serentak pada 24 September di seluruh dunia. Lebih dari 90 negara ikut meramaikan ajang tahunan yang sudah digelar sejak 2012 ini, salah satunya Indonesia. Dari 21 kota di Indonesia yang terdaftar dalam situs resmi Gentlemansride.com, kota Solo telah terlibat dalam ajang ini untuk yang ke-4 kalinya sejak 2014 lalu.
The Distinguished Gentleman’s Ride Solo digelar Muara Market, Pasar Legi sore hari. Lebih dari 250 bikers dengan dress code bergaya gentleman’s Eropa, dengan jas, kemeja, dasi serta tatanan rambut rapih melakukan city rolling. Kawasan Sentra Niaga, The Park Mall, Solo Baru menjadi titik kumpul, untuk kemudian riding dengan rute Bunderan Pandawa, Pasar Gemblegan, Tipes, Bunderan Baron, Taman Hiburan Rakyat Sriwedari, kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, dan meeting point di dalam kawasan keraton.
Perjalanan kemudian berlanjut melewati Alun-alun Utara Solo, Pasar Klewer, Singosaren, Pasar Triwindu, Ngarsopuro lalu langsung menuju finish point di Muara market, Pasar Legi pada jam 4 sore. Para bikers ini telah ditunggu oleh penampilan band Suabakar dan Dj Boli, untuk kemudian bersantai bersama menikmati BBQ party sambil menikmati movie screening dari Ulah Adigung Project.
“DGR menjadi acara yang sangat dinantikan, dengan jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahun,” buka Dhimas atau biasa disapa Masdhim, dari Kick Tengkleng MC yang juga menjadi Host Distinguished Gentleman’s Ride Solo 2017.
Acara ini banyak diikuti peserta yang hadir dari komunitas, terutama motor custom. Misalnya seperti Harley Owner, Triumph Motor, Motor Gede, Cafe Racer Solo, Solo Street Cub Community, Motor Antique Club Indonesia, komunitas vespa, komunitas motor mini, komunitas vintage trail, komunitas motor Honda Klasik, dan komunitas motor-motor 2 tak. Selain dari Solo, bikers dari Malang juga turut hadir ke acara ini.
Selain dress code, ternyata jenis motor yang boleh ikut pun ada ketentuannya. Motor-motor tersebut harus masuk ke dalam karakter vintage classic, atau custom bike seperti chopper, bobber, tracker, scrambler, mini bike, big bike, trike, dan scooter.
“DGR Solo 2017 digelar dengan misi awareness pada kanker prostat. Dilakukan dengan riding bersama di jalan raya dengan style gentleman’s, good attitude, tanpa perilaku ugal-ugalan, berjalan rapi, low speed tanpa ngebut, tanpa bleyer, tanpa arogansi, dan tetap berhenti di belakang garis ketika lampu merah. Ajang ini juga sekaligus untuk mempromosikan wisata kota Solo di mata Internasional. Dengan rute-rute yang banyak menampilkan icon khas kota Solo yang bisa menjadi hal yang menarik bagi mereka,” tutup Masdhim.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, donasi dikumpulkan di hari acara dan untuk setiap peserta yang menyumbang, mendapat sticker pack termasuk sticker “kumis” yang bisa dipasang di headlamp motor. Donasi yang terkumpul kemudian akan ditransfer melalui paypal official DGR.
Teks: Wikdaf | Foto: Istimewa.











Leave a Comment